Nazaret, LiputanIslam.com –  Menhan Israel Avigdor Lieberman meminta Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk Persia lainnya “keluar dari lobang” dan bergerak membantu Israel melawan “musuh bersama”, Iran.

Sembari mengklaim bahwa serangan rudal Israel telah menghancurkan “seluruh infrastruktur Iran” di Suriah, Lieberman menakut-nakuti negara-negara Arab Teluk dengan klaimnya bahwa Iran melakukan pergerakan di dekat mereka, dan karena dia juga menyerukan kepada mereka supaya mengikuti pendirian keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Iran.

“Siapa yang mendukung keputusan Trump keluar dari perjanjian nuklir Iran dengan Iran? Israel, Saudi, dan negara-negara Teluk,” katanya, seperti dilansir harian Yedioth Ahronoth milik Israel, Jumat (11/5/2018).

Dia menambahkan, “Karena itu, saya kira sudah tiba saatnya bagi negara-negara moderat itu untuk keluar dari lobang dan mulai berbicara secara terbuka. Sebagaimana ada poros kejahatan, tiba pula saatnya di Timteng juga ada poros negara-negara moderat.”

Beberapa jam sebelum Trump mengumumkan keputusan keluar dari perjanjian nuklir Iran, militer Israel menyerukan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan rudal Iran atau milisi sekutunya di Suriah terhadap Israel dalam waktu dekat.

Tak lama setelah Trump mengumumkan keputusan itu Israel melancarkan rudal ke kawasan al-Kisweh, provinsi Damaskus, dengan sasaran yang diklaimnya sebagai posisi militer Iran.

Menlu Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifa di halaman Twitternya mendukung serangan Israel ke Suriah dengan menuliskan, “Adalah hak setiap negara manapun di kawasan ini, termasuk Israel, membela diri dengan menghancurkan sumber-sumber bahaya.”

Menteri Komunikasi Israel Ayoob Kara lantas memuji Bahrain dan menyebut cuitan Khalid itu sebagai  “dukungan historis” kepada Israel.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*