Gaza, LiputanIslam.com –  Rezim Zionis Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke beberapa posisi gerakan Hamas di Jalur Gaza dini hari Sabtu (14/7/2018), menyusul aksi The Great March of Return yang digelar oleh ribuan penduduk Gaza dan direaksi Israel dengan kekerasan hingga jatuh dua korban jiwa dan lebih dari 200 korban luka warga Palestina.

Serangan udara Israel tersebut segera dibalas oleh para pejuang Palestina di Gaza saat itu pula dengan melesatkan puluhan mortir dan roket ke arah permukiman Israel yang berada di sekitar perbatasan Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948).

Sumber keamanan Israel mengatakan, “Jet-jet tempur rezim pendudukan pada dini hari telah melancarkan beberapa kali serangan udara dengan sasaran posisi-posisi kubu muqawamah (resistensi) Palestina hingga menyebabkan kerugian materi.”

Namun, sumber-sumber kesehatan Palestina mengatakan bahwa tiga warga Palestina di Rafah mengalami luka sedang akibat serangan udara tersebut.

Militer Israel menyatakan serangan itu menyasar dua terowongan Hamas dan beberapa posko yang digunakan untuk menyiapakan bom balon dan layang-layang yang kerap diterbangkan ke wilayah Israel untuk menyulut kebakaran lahan sejak beberapa pekan lalu. Militer Israel menegaskan bahwa serangan udara itu dilancarkan sebagai balasan atas serangan bom balon dan layang-layang tersebut.

Di pihak lain, Hamas mengaku telah melancarkan serangan balasan. Jubir Hamas Fawzi Barhoum mengatakan, “Interaksi secepatnya kubu muqawamah bersamaan dengan eskalasi musuh, dan balasan atasnya dengan telak mencerminkan kesadaran penuh dan kejelasannya dalam mengendalikan krisis dan menyampaikan pesan.”

Dia menambahkan bahwa serangan balasan itu bertujuan “menjamin terbentuknya keseimbangan reaksi segera dan setimpal untuk memaksa musuh agar menghentikan eskalasi dan tidak mengumbar serangan. Membela bangsa kami adalah kehendak nasional dan opsi strategis.”

Militer Israel mengatakan sistem pertahanan udara Kubah Besi miliknya telah mencegat rudal-rudal yang dilesakkan dari Gaza. Menurut militer Israel, jumlah roket itu mencapai 31 buah, namun tidak menimpakan kerugian pada Israel. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*