al-aqsa palestina3

Foto: Arsip

BaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Untuk pertama kalinya sejak sekian lama, polisi Israel membiarkan umat Islam Palestina dari semua usia menunaikan shalat Jumat di Masjid al-Aqsa, Baitul Maqdis, Jumat kemarin kemarin (14/11).

Kantor berita resmi Palestina, Maan, melaporkan bahwa para jamaah mulai berdatangan ke komplek Masjid al-Aqsa sejak Jumat pagi dan untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir ini Israel membiarkan umat Islam Palestina menunaikan shalat Jumat di tempat suci tersebut tanpa memberlakukan lagi pembatasan.

Sebelum itu, polisi Israel selalu membatasi secara ketat jamaah shalat dengan menerapkan ketentuan usia. Pembatasan terketat di antaranya ialah penerapan ketentuan yang melarang masuk jamaah berusia di bawah 50 tahun.

Dengan tidak menerapkan lagi ketentuan sedemikian rupa, Jumat kemarin Masjid al-Aqsa dan kawasan sekitar dibanjiri puluhan ribu jamaah yang banyak di antaranya datang bersama anak-anak mereka sehingga terkumpul jumlah yang diperkirakan mencapai sekitar 40,000 orang.

Situs al-Quds al-Arabi menyebutkan bahwa pembatasan itu dicabut Israel menyusul perundingan segi tiga Raja Abdullah II dari Jordania, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry di Amman, ibu kota Jordania.

Menurut situs koran berbahasa Arab yang berbasis di London tersebut, John Kerry mengatakan bahwa dalam pertemuan di Amman itu Netanyahu serius berjanji untuk mengurangi ketegangan antara Palestina dan Israel dan memulihkan kondisi Masjid al-Aqsa.

Situasi di Baitul Maqdis dan berbagai wilayah Tepi Barat belakangan terus memanas menyusul intensitas konspirasi kaum Zionis untuk menguasai Masjid al-Aqsa yang pernah menjadi kiblat pertama umat Islam tersebut.

Para ekstrimis Zionis berulangkali mendatangi komplek masjid, dan Israel bahkan bemaksud menerapkan pembagian waktu kunjung ke komplek ini, sebagian untuk warga Muslim dan sebagian untuk warga Yahudi.

Kelancangan Israel itu mendapat perlawanan hebat dari warga Palestina hingga terjadi aksi-aksi jalanan yang menyerupai intifada. Tak hanya itu, warga Palestina juga melancarkan aksi perorangan yang telah menjatuhkan beberapa orang Israel tewas, sebagian di antaranya tentara dan polisi Zionis. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL