AlQuds, LiputanIslam.com –  Wakil Menlu Israel Tzipi Hotovely menyatakan bahwa negara Zionis ini sedang berkomunikasi dengan “sedikitnya 10 negara” mengenai rencana pemindahan Kedubes masing-masing untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerussalem) pasca keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel.

“Kami berkomunikasi dengan sedikitnya 10 negara yang sebagian di antaranya di Eropa,” katanya kepada Radio Umum Israel, tak lama setelah Guatemala menyatakan berniat memindah Kedubesnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Tanpa menyebutkan nama 10 negara itu dia menambahkan, “Pernyataan Trump (mengenai Al-Quds) akan menciptakan suatu kelompok yang sejauh ini belum kita lihat kecuali pendahuluannya.”

Mengutip pernyataan sumber diplomatik Israel radio itu menyebutkan bahwa Honduras, Filipina, Rumania, dan Sudan Selatan bisa jadi termasuk negara yang menempuh langkah tersebut.

Namun demikian, radio ini menjelaskan bahwa perkembangan yang ada sejauh ini baru sebatas komunikasi dan tidak mencakup perundingan-perundingan signifikan untuk pemindahan kedubes dalam waktu dekat.

Ahad lalu Presiden Guatemala Jimmy Morales menyatakan negaranya akan memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Al-Quds. Pernyataan ini mendapat sambutan gembira dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mendapat kecaman kecaman keras dari pihak Palestina yang menyebutnya “tindakan yang memalukan.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL