Damaskus, LiputanIslam.com –   Seorang petinggi militer Suriah menyatakan bahwa serangan rudal Israel pada hari Senin (21/1/2019) merupakan serangan paling sengit yang dilakukan dalam empat gelombang yang terjadi secara beruntun, sementara pihak Rusia menyatakan empat tentara Suriah terbunuh akibat serangan itu.

“Serangan Israel sekarang ini adalah yang paling sengit, namun pertahanan udara kami telah membuktikan kemampuannya menghadapi agresi ini,” ujar sumber Suriah itu kepada kantor berita Sputnik milik Rusia.

Sumber Suriah itu menjelaskan, “Tentara Suriah yang dalam beberapa hari terakhir ini memantau pergerakan anomal Israel di wilayah pendudukan Golan milik Suriah telah meningkatkan kesiapan unit-unit pertahanannya, dan melakukan semua tindakan untuk mengantisipasi serangan yang mungkin terjadi dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah tentara pendudukan mendatangkan peluncur-peluncur rual dari darat ke darat ke perbatasan Golan.”

Dia mengatakan, “Sejak dini hari komando-komando militer di Suriah selatan telah memberitahukan kepada satuan-satuannya bahwa tentara Israel akan melancarkan serangan masif ke posisi-posisi Suriah, dan menyerupai serangan pada bulan Mei 2018, sehingga dilakukan semua pengaturan pertahanan yang diperlukan untuk menggagalkan serangan.”

Sumber ini melanjutkan bahwa serangan sebelumnya ke selatan Damaskus bertujuan “kamuflase dan merasakan dentut nadi” sebagai persiapan untuk serangan kali ini yang merupakan serangan tersengit sejak Mei 2018.

Menurutnya, serangan itu berlangsung selama 55 menit, dan selama itu sistem pertahanan udara Suriah dapat merontokkan sekira 30 rudal yang sebagian di antaranya rudal darat ke darat.

“Formasi-formasi pasukan Suriah yang tersebar di sepanjang garis front yang berhadapan dengan pasukan Israel berhasil menjatuhkan gelombang-gelombang terbesar rudal darat ke darat yang diluncurkan dari Tal Abu al-Nada, Tal al-Faras, dan Tal al-Aram di wilayah pendudukan Golan, serta menjatuhkan rudal-rudal udara ke darat,” terangnya.

Dia menambahkan, “Pasukan pertahanan udara Suriah telah memperlihatkan profesionalismenya yang tinggi dengan mencegat sebagian besar serangan di angkasa daerah-daerah Sasa, Zaiyah, Kanakir, al-Kiswa, Hinah, Darbal, dan segi tiga maut dekat Daraa. Pertahanan udara Suriah di sekitar ibu kota juga dapat menjatuhkan gelombang-gelombang rudal jarak jauh Israel yang berusaha menyasar Qudsia dan menghancurkan Jamraya serta Bandara al-Mazah dan Bandara Damaskus.”

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pertahanan udara Suriah telah merontokkan lebih dari 30 misil bersayap dan rudal dalam peristiwa itu.

Pusat Pertahanan Nasional Rusia menyatakan bahwa beberapa jet tempur Israel melancarkan tiga serangan ke Suriah dari front Barat, Barat daya, dan selatan, hingga menewaskan 4 tentara Suriah, melukai enam lainnya, dan menimbulkan kerusakan kecil pada bangunan infrastryuktur Bandara Internasional Damaskus.

Al-Alam melaporkan bahwa di Damaskus banyak orang turun ke jalan-jalan menyaksikan peristiwa ini dengan mendongak ke angkasa dan sesekali bersorak-sorai bagai suporter sepak bola ketika rudal anti rudal Suriah berhasil meledakkan rudal Israel di angkasa.   (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*