مقتل جندي اسرائيلي بعد ساعات من بدء العدوان البريGazaCity, LiputanIslam.com – Militer Israel mengakui dua tentaranya tewas pada Sabtu (19/7) pagi di tangan sekelompok pasukan komando Palestina yang melancarkan serangan dengan senapan otomatis dan peluru anti tank. Namun, di pihak lain, pejuang Palestina dari Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, memastikan enam serdadu Zionis tewas dalam peristiwa tersebut.

Juru bicara militer Israel menyatakan pengakuan itu kepada kantor berita AFP. Sebelumnya, militer Israel menyatakan dua anggotanya cidera dalam sebuah pertempuran yang menggugurkan satu pejuang Palestina.

Dengan demikian, sesuai pengakuan Israel, sejak dimulainya operasi militer Israel yang bersandi “Protective Edge” pada Senin (7/7) sore sampai sekarang ada tiga serdadu Zionis tewas di tangan pejuang Palestina.

Di pihak lain, Brigade al-Qassam mengakui satu di antara belasan pasukan komandonya gugur dalam peristiwa tersebut, sekaligus memastikan bahwa di pihak Israel ada enam serdadu yang tewas.

“Personil elit al-Qassam yang berjumlah 12 mujahidin berhasil menyerbu posisi militer Abu Mutaibaq (dekat perbatasan di bagian tengah Jalur Gaza) melalui sebuah operasi penyergapan dari belakang garis musuh. Mujahidin terbagi menjadi empat regu penyergap. Mereka mengintai selama enam jam,” kisah brigade tersebut melalui sebuah statemennya yang dirilis Sabtu (19/7), sebagaimana dilansir al-Alam.

“Kami kemudian terlibat konfrontasi dengan pasukan musuh. Kami telah memberi mereka pelajaran melalui konfrontasi langsung sebagai balasan atas darah para syuhada kami, khususnya darah anak-anak kecil yang tak berdosa,” lanjut al-Qassam.

Lebih jauh Brigade al-Qassam menyatakan, “Mujahidin kami menggempur empat jeep patroli militer musuh. Mereka berhasil menghancurkan tiga unit jeep kemudian terlibat baku tembak dengan jip keempat yang panik dan kabur dari lokasi. Mujahidin melihat dari dekat orang-orang yang ada di dalam jeep dan memastikan enam serdadu Zionis tewas dan beberapa lainnya cidera.”

Al-Qassam lantas menegaskan bahwa operasi ini merupakan pesan bagi musuh bahwa para kombatan Palestina terus mengintai peralatan perang Israel dengan kobaran semangat juang yang tinggi.

Sementara itu, jumlah warga Palestina yang gugur  terus meningkat dan kini menjadi sedikitnya 334 orang, sedangkan korban cidera berjumlah 2,385 orang. Syuhada terbaru adalah lima warga yang berasal dari satu keluarga, satu di antaranya anak kecil dan satu lagi bayi menyusu. Mereka gugur akibat gampuran peluru mortir Israel terhadap rumah mereka di kota Beit Hanun, Jalur Gaza utara. Gempuran itu juga menyebabkan tiga warga Palestina lainnya menderita luka-luka. (mm)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL