TelAviv, LiputanIslam.com –  Israel telah mengirim surat kepada Presiden Suriah Bashar Al-Assad melalui pihak ketiga yang isinya ialah bahwa Al-Assad “akan berada dalam bahaya jika memperkenankan konsentrasi militer Iran di wilayah Suriah.”

Perusahaan media Israel Hadashot yang merupakan bekas “Channel 2”, Minggu malam (26/11/2017),  menyebutkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam surat itu menegaskan kepada Al-Assad bahwa  “membiarkan konsentrasi militer Iran di Suriah akan mendorong Israel mengubah kebijakan ‘tidak campurtangan’ yang selama ini ditempuh Israel berkenaan dengan perang yang melanda Suriah.”

Netanyahu mengancam bahwa Israel akan melancarkan intervensi militer ke Suriah jika peringatan ini tidak diindahkan oleh Al-Assad.

Kabar ini mengemuka di tengah kegelisahan dan asumsi Israel bahwa pendirian pangkalan militer Iran di Suriah merupakan upaya Iran untuk menekan Al-Assad agar membolehkan Iran mendirikan pangkalan militer dan pelabuhan laut di pesisir Laut Tengah di bagian utara Suriah.

Times of Israel menyebutkan, “Iran telah memberikan dukungan logistik, teknis, pelatihan dan keuangan yang signifikan untuk pemerintahan dan pasukan Assad, menyebar penasihat militer dan pasukan tempur di Suriah, serta mempersenjatai, melatih, dan mendanai kelompok teroris Hizbullah Lebanon yang telah mengirim ribuan orang bersenjata untuk berperang bersama pasukan Assad.”

Para petinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Netanyahu, Menhan Avigdor Lieberman, dan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eizenkot dalam beberapa minggu terakhir telah banyak menebar ancaman berkenaan keberadaan pasukan Iran dan sekutunya di Suriah.

Mereka menegaskan bahwa Israel tidak menerima eksistensi Iran ataupun milisi yang bersekutu dengan Iran di wilayah Suriah, terutama di bagian selatan negara yang baru menang melawan gerakan teror ISIS ini. (mm/timesofisrael/arab48)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL