PX*5382156GazaCity, LiputanIslam.com – Sedikitnya tujuh orang Palestina, dua di antaranya anak kecil, menderita luka-luka di Jalur Gaza akibat serangan udara Israel. Rezim Zionis ini kembali melancarakan serangan Selasa sore (19/8) ke beberapa lokasi justru di saat perjanjian perpanjangan gencatan senjata 24 jam masih berlaku.

Sebagaimana dilaporkan PressTV, penduduk setempat dan para saksi mata mengatakan ribuan orang berlarian menyelamatkan diri dari serangan terbaru tentara Zionis tersebut.

Tel Aviv mengklaim serangan udara itu sebagai balasan atas penembakan roket pejuang Palestina dari Gaza ke wilayah Israel.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan serangan terbaru Israel itu ditujukan untuk mengacaukan perundingan antara Palestina dan Israel yang ditengahi oleh Mesir dan masih belum menemukan kemajuan.

Tel Aviv telah memanggil pulang delegasinya dari Kairo, Mesir, menyusul apa yang disebutnya sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Menurut pihak Palestina, Israel belakangan malah mengajukan beberapa tuntutan baru yang menambah kebuntuan perundingan yang sedianya dilakukan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang.

Serangan Israel ke Jalur Gaza sejauh ini telah mengugurkan sedikitnya 2,016 orang Palestina, 541 di antaranya anak kecil, 250 perempuan dan 95 lansia, serta melukai sedikitnya 10,196 orang lainnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Kordinator Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat PBB Valerie Amos belum lama ini mengatakan perlu waktu berbulan-bulan untuk membenahi kehancuran yang terjadi pada infrastruktur di Gaza akibat gempuran Israel.

Dia juga menyebutkan sebanyak 97 instalasi milik PBB, termasuk pusat-pusat kesehatan dan gedung-gedung sekolah, juga rusak akibat serangan Israel.

Utusan Sekjen PBB untuk Timur Tengah, Robert Serry, Senin lalu (18/8) menyatakan bahwa Gaza mengalami kerusakan hingga level yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat operasi militer pasukan Zionis tersebut.

PBB dan beberapa lembaga internasional lain menggambarkan kerusakan dan kematian di Gaza sebagai sesuatu yang mengerikan.

Tim Pencari Fakta PBB sudah dibentuk dan diharapkan segera memulai investigasinya atas kejahatan yang dilakukan Israel dalam Perang Gaza. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL