AlQuds, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan terhadap Hamas menyusul terjadinya serangan para pejuang Palestina terhadap kaum Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat.

“Saya menyampaikan pesan yang jelas kepada Hamas – kami tidak akan menerima situasi gencatan senjata di Gaza dan teror di Yudea dan Samaria (Tepi Barat)… Kami akan menuntut harga tinggi atas mereka,” katanya, Ahad (16/12/2018).

Peringatan ini dinyatakan Netanyahu setelah dua tentara Zionis tewas di sebuah terminal bus di Tepi Barat dekat pemukiman Zionis pada 9 Desember lalu. Dalam serangan terpisah, satu warga Zionis tewas dan satu lainnya meninggal terkena tembakan pejuang Palestina.

Hamas mengaku bertanggung jawab atas penembakan pada 9 Desember itu dan penembakan lain di Tepi Barat pada 7 Oktober yang menewaskan dua warga Israel.

Pejabat Israel mengatakan bahwa dua orang Palestina pelaku serangan itu ditembak mati oleh pasukan Israel dalam penggerebekan pekan lalu.

Pasukan keamanan Israel mengaku telah menangkap sedikitnya 37 anggota Hamas sehubungan dengan kekerasan yang terjadi belakangan ini.

Gejolak di Tepi Barat terjadi tak lama setelah Israel dan para pejuang Palestina di Jalur Gaza menyepakati gencatan senjata  yang menyudahi konfrontasi terburuk antara keduanya pasca perang pada tahun 2014.

Para politisi garis keras Israel menentang perjanjian gencatan senjata tersebut dan juga mengkritik Netanyahu atas kekerasan di Tepi Barat.

Ratusan pemukim Zionis menggelar aksi protes di depan kantor Netanyahu di Baitul Maqdis (Yerusalem) untuk meminta pemerintah meningkatkan langkah-langkah keamanan serta pembangunan pemukiman.

Aksi protes ini diikuti oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Kehakiman Ayelet Shaked yang berasal dari partai Rumah Yahudi. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*