palestina malak al-khatibTulkarem, LiputanIslam.com – Gadis remaja Palestina, Malak al-Khatib, 14 tahun, akhirnya dibebaskan dari penjara Israel setelah dua bulan mendekam di dalamnya, Jumat kemarin (13/2/2014). Demikian dilaporkan situs berita Palestina Falastin al-Youm.

Selain dikenai hukuman penjara dua bulan, remaja di bawah umur Palestina itu juga dikenai denda sebesar 6000 Shekel dengan dakwaan berusaha menyerang tentara Israel dengan membawa pisau dan melempar batu. Tragisnya lagi, al-Khatib diringkus aparat Israel ketika sedang bersekolah pada akhir September tahun lalu.

Kantor berita Palestina, Ma’an, melaporkan bahwa wakil Palang Merah Kamis lalu (12/2/2015) telah memberitahukan kepada pihak keluarga al-Khatib bahwa al-Khatib akan dibebaskan di pos Jubara dekat Tulkarem, Tepi Barat.

Al-Khatib menjadi simbol kemarahan orang-orang Palestina terhadap aksi Israel menangkapi anak-anak kecil dan remaja Palestina di Tepi Barat. Penangkapan terhadap al-Khatib, apalagi saat dia bersekolah, membangkitkan gelombang solidaritas dan dukungan kepadanya di tengah rakyat Palestina.

Mengutip laporan kelompok Pertahanan untuk Anak Internasional Palestina, Times of Israel menyebutkan bahwa pasukan Israel setiap tahun telah menangkap sekitar 1000 anak kecil Palestina di Tepi Barat. Namun penangkapan Malak al-Khatib menjadi kasus yang paling mengundang perhatian media sehingga rumah keluarganya sering dihampiri wartawan.

Laporan lain dari Ma’an menyebutkan bahwa pasukan Zionis Israel Jumat kemarin menembaki penduduk dan petani di bagian selatan Jalur Gaza. Serangan itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun telah menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah dan ladang penduduk Palestina.

Serangan terhadap para petani dan warga sipil Palestina saat akan atau sedang bekerja di ladang sudah sering terjadi karena banyak kawasan pertanian dekat perbatasan Jalur Gaza – Israel dinyatakan Israel sebagai kawasan terlarang, sementara penduduk Palestina melawan pelarangan tersebut.

Menurut laporan Kantor Kondinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), 17 persen dari total wilayah Gaza dan 35 persen dari keseluruhan area pertanian Gaza telah dimasukkan Israel ke dalam kawasan penyangga sehingga berdampak langsung pada kehidupan dan mata pencaharian lebih dari 100,000 penduduk Gaza. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL