Ankara, LiputanIslam.com – Pemerintah Turki, Selasa (15/5/2018), telah meminta Dubes Israel untuk Turki di Ankara agar meninggalkan Turki untuk sementara waktu. Permintaan ini dikemukakan sebagai reaksi protes atas gugurnya puluhan orang Palestina di tangan pasukan Zionis di Gaza. Namun, Israel justru membalasnya dengan meminta Konsul Jenderal Turki di Al-Quds supaya meninggalkan Israel (Palestina pendudukan 1948).

Sebelumnya, Ankara telah memanggil pulang Dubesnya untuk Israel di Tel Aviv, Eitan Na’eh. Seorang pejabat Kemlu Turki mengatakan bahwa Na’eh dipanggil ke Kemlu Turki dan diminta pulang “untuk jangka waktu tertentu”.

Eitan Na’eh diangkat sebagai Dubes Turki untuk Israel pada tahun 2016 setelah Turki dan Israel mengadakan perjanjian damai untuk menyudahi perselisihan keduanya pasca serangan Israel terhadap kapal para aktivis Turki, Mavi Marmara, yang menyebabkan menurunnya hubungan kedua negara hingga taraf terendah selama lima tahun.

Kemlu Israel Selasa kemarin menyatakan bahwa Eitan Na’eh telah dipanggil oleh Kemlu Turki dan “diminta pulang untuk jangka waktu tertentu demi perundingan.”

Di hari yang sama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan menyebutnya pemimpin “negara rasis” yang tangannya berlumuran darah orang Palestina, menyusul gugurnya 62 orang Palestina dan terlukanya lebih dari 3000 orang Palestina lainnya akibat serangan pasukan Israel di daerah perbatasan Gaza-Israel selama Senin hingga Selasa kemarin (13-14/5/2018).  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL