israel moshe yaalonTelAviv, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel mengancam akan meneror para ilmuwan nuklir Israel, menyusul kekeselan Tel Aviv terhadap kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB plus Jerman dan Uni Eropa.
Ancaman itu dilontarkan melalui pernyataan Menteri Perang Israel Moshe Ya’lon dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Dier Spiegel bahwa dia tidak menjamin para ilmuwan nuklir akan dapat bertahan hidup.

Seperti yang sudah berulangkali dinyatakan Israel, Ya’lon kembali menuding Teheran berambisi meraih bom nuklir. Karena itu, menurutnya, Tel Aviv akan menempuh segala cara yang diperlukan, termasuk aksi militer, untuk memastikan Teheran tidak akan meraih senjata nuklir.

“Tentu sudah sangat jelas bahwa dengan satu atau cara lain program nuklir militer Iran harus dihentikan. Kami akan menempuh jalan apapun, dan kami tidak ingin menolerir Iran bersenjatakan nuklir. Semula kami lebih berharap hal ini dapat tertangani melalui sanksi, tapi pada akhirnya Israel harus dapat membela diri, ” katanya, Jumat (7/8), sebagaimana dikutip Times of Israel.

Dalam wawancara yang akan dimuat secara penuh oleh Dier Spiegel pada Sabtu (8/8) itu Ya’lon lantas mengatakan, “Saya tidak bertanggungjawab bahwa para ilmuwan nuklir akan dapat bertahan hidup.”

Beberapa waktu lalu Ya’lon juga melontarkan statemen bernada ancaman dengan mengatakan bahwa Israel bisa jadi perlu mengambil keputusan untuk melakukan tindakan seperti yang pernah dilakukan Amerika Serikat (AS) di Hiroshima, Jepang.

Sejauh ini sudah ada lima ilmuwan nuklir yang terbunuh oleh serangan teror. IRNA memberitakan bahwa Teheran berulang kali menegaskan para agen dinas rahasia Israel, Mossad, berada di balik kasus-kasus pembunuhan ilmuwan nuklir Iran. Karena itu, pernyataan Menteri Perang Israel dalam wawancara dengan Dier Spiegel itu, sebagaimana dinyatakan Jerussalem Post, seakan mengakui tuduhan Iran terhadap Israel tersebut.

“Menteri Pertahanan Israel pada hari Jumat mengisyaratkan bahwa dinas intelijen negara Yahudi berada di balik pembunuhan berantai para ilmuwan nuklir Iran,” tulis Jerussalem Post.

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama yang sudah berseberangan dengan rezim Zionis terkait program nuklir Iran menyatakan Iran berhak menjalankan program nuklir bertujuan damai sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam kesepatan nuklir Iran dengan negara-negara terkemuka dunia.

Dalam konferensi pers di Washington Rabu lalu (5/7) mengenai hasil perundingan nuklir Iran Obama mengatakan bahwa kesepakatan nuklir Iran dilandasi dengan dasar-dasar diplomatik yang pernah menjadi tumpuan negaranya dalam Perang Dingin melawan Uni Soviet.

“Mencapai kesepakatan internasional mengenai Iran bukanlah urusan gampang. Demi ini para sekutu kami bahkan menderita kerugian milyaran dolar,” ungkapnya, seperti dilansir Alalam. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL