TelAviv, LiputanIslam.com –  Seorang petinggi militer Israel melontarkan ancaman bahwa negara Zionis ini akan menggempur Lebanon beserta fasilitas infrastrukturnya dalam perang mendatang antara Israel dan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Petinggi di komando utara Israel yang meminta agar identitasnya dirahasiakan itu menganggap tentara Lebanon sudah dikuasai oleh Hizbullah sehingga Israel tidak akan membedakan antara keduanya jika terjadi perang lagi.

“Pembedaan yang pernah kami lakukan antara Hizbullah dan Lebanon dalam perang Lebanon yang kedua (tahun 2006) adalah keliru. Kami tidak akan melakukan pembedaan ini seperti ini lagi dalam perang mendatang. Kami akan menyerang Lebanon dan segala fasilitas infrastrukturnya yang andil dalam perang. Seandainya saya harus memilih antara menyerang Lebanon dan memisahkan antara Lebanon dan Hizbullah maka saya memilih menyerang Lebanon,” paparnya koran Haaretz, Kamis (6/9/2018).

Dia menambahkan, “Hizbullah telah mengembangkan kemampuan dalam operasi pertempurannya di Suriah. Mereka mendapatkan rasa percaya diri dalam pertempuran, tapi sejauh ini mereka tak sanggup menyusup ke wilayah Israel dan menguasai tanah.”

Dia menilai Hizbullah tidaklah merasa bahwa sekarang berada di babak baru konflik, dan pernyataan Sekjennya, Sayyid Hassan Nasrallah, “tidaklah mencerminkan niatnya yang sesungguhnya.”

“Nasrallah masih tinggal dalam bunker dan ketakutan akibat perang Lebanon kedua,” klaimnya.

Dia melanjutkan, “Di sisi lain, mereka tahu persis bahwa tantangan yang mereka hadapi dalam perang Suriah bukanlah sesuatu yang dapat dibandingkan dengan tantangan yang akan mereka hadapi jika terjadi konfrontasi dengan tentara Israel. Pemilu yang lalu menghasilkan menguatnya posisi Hizbullah dalam politik Lebanon, dan karena itu organisasi ini tidak ingin membayar harga yang akan mengurangi pengaruhnya di sana.”

Apa yang dia sebut “perang Lebanon kedua” adalah perang yang di Dunia Arab lebih dikenal dengan “Perang Juli 2006” yang berlangsung selama satu bulan penuh antara Israel dan Hizbullah. Dalam perang tersebut Israel yang selama ini kerap dipropagandakan sebagai pasukan terkuat di Timteng tak sanggup mengalahkan Hizbullah yang dikenal hanya sebagai kelompok milisi.

Dalam perang ini Israel memang tidak melancarkan operasi militer terhadap tentara Lebanon, namun serangannya ke berbagai wilayah Lebanon telah menjatuhkan ratusan korban meninggal yang sebagian besarnya adalah warga sipil. (mm/railalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*