hezbollah lebanon 2TelAviv, LiputanIslam.com – Sebuah studi terbaru mengenai dampak perang yang akan terjadi antara pasukan Zionis Israel dan milisi Hizbullah yang berbasis di Lebanon menyebutkan bahwa berdasarkan ancaman Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, negara ilegal Zionis itu akan memasuki masa gelap gulita selama beberapa bulan jika perang itu jadi berkobar karena Israel tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menangkis rudal-rudal Hizbullah yang dipastikan berat dan akurat.

Sebagaimana dilaporkan FNA Rabu (3/12), lembaga Pusat Studi Keamanan Dalam Negeri Israel terpaksa mengkaji dimensi baru bidang pertahanan Israel menyusul adanya statemen pemimpin Hizbullah tersebut mengenai perimbangan perang Israel-Hizbullah. Lembaga itu meneliti bidang energi dan kemampuan Israel mempertahan pasokan listrik ketika mendapat serangan hebat dari Hizbullah.

Nasrallah menyatakan bahwa jika Israel menyerang infrastruktur Lebanon maka Hizbullah juga akan menghancurkan stasiun-stasiun pembangkit listrik Israel.

Lembaga itu menilai instalasi pembangkit listrik Israel masih rentan di depan serangan Hizbullah jika perang terjadi untuk ketiga kalinya antara kedua pihak. Menurut lembaga itu, kerentanan itu berarti bahwa Israel akan gelap gulita selama beberapa bulan ketika stasiun pembangkit listriknya hancur.

“Masalah ini lebih krusial dibanding semua persoalan lainnya, terutama karena perang yang mungkin terjadi di masa mendatang melawan Hizbullah tidaklah sama dengan perang-perang sebelumnya, baik dari segi kekuatan maupun dari segi taktik,” ungkap seorang petinggi keamanan Zionis, sebagaimana dilansir koran Israel Globes yang juga memuat sebagian hasil penelitian Pusat Studi Keamanan Dalam Negeri Israel .

Lembaga ini menyebutkan bahwa sektor kelistrikan terancam bukan hanya oleh rudal-rudal balistik Hizbullah melainkan juga oleh rudal-rudal jarak dekat milisi yang menjalin hubungan erat dengan Iran dan Suriah tersebut, karena saat itu sistem pertahanan anti rudal Israel yang bernama Kubah Besi hanya terkerahkan khusus untuk membentengi pangkalan-pangkalan militer strategis Israel.

Hal yang paling meresahkan lembaga ini ialah terkait kemampuan Israel memulihkan pasokan listrik dan jangka waktu yang diperlukan untuk perbaikan fasilitas pembangkitnya karena tidak ada kriteria yang jelas dalam masalah ini.

Pada kesimpulannya, lembaga Israel itu memastikan bahwa negara Zionis ini tidak memiliki kesiapan yang cukup untuk menanggulangi kerusakan dan kehancuran fasilitas pembangkit listriknya akibat gempuran rudal Hizbullah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL