TelAviv, LiputanIslam.com –  Israel memperlihatkan kekecawaannya terhadap keberhasilan Iran dan sekutunya membebaskan berbagai kawasan dari pendudukan kelompok teroris ISIS. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku pihaknya tidak akan membiarkan Iran dan sekutunya mengusai kawasan yang bebas dari pendudukan ISIS.

“Negara Islam (IS/ISIS) keluar, Iran masuk, kami tidak membiarkannya,” ujarnya dalam mengomentari laporan kepala dinas rahasia Israel, MOSSAD, Yossi Cohen,  seperti dilansir Israel National News, Ahad (13/8/2017).

Dia melanjutkan, “Kami hari ini menerima laporan Mossad mengenai tantangan keamanan. Kami menyimpulkannya dalam satu kalimat saja, IS pergi Iran datang. Pembicaraan kita sebagian besar mengenai Suriah.”

Laporan Cohen itu menyinggung meluasnya pengaruh Iran di Timteng melalui para sekutunya di Suriah, Yaman, Lebanon, dan Irak, serta menyebut Iran sama sekali tak sudi berhenti menebar pengaruhnya.

Netanyahu dalam pernyataannya di Pelabuhan Ashdod, Israel, menambahkan, “Kebijakan kami jelas, kami menentang keras penempatan militer Iran dan sekutunya semisal Hizbullah di Suriah, dan kami akan melakukan tindakan apapun yang dirasa perlu. Mengenai bagaimana reaksi kami, kami akan memperkuat tentara dan pasukan keamanan. Kami membela negeri kami.”

Dalam sebuah sidang kabinetnya dia juga menegaskan, “Israel melanjutkan tindakan tegasnya melalui berbagai cara pertahanan di depan ancaman yang datang dari Iran.”

Cohen dalam laporannya di hari yang sama mengatakan bahwa misi utama Mossad sekarang ialah menghentikan eskalasi pengaruh Iran pasca perjanjian nuklir Teheran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman.

Mengenai perjanjian gencatan senjata di Suriah selatan yang dijalin bulan lalu oleh Ameri Serikat (AS) dan Rusia, dia mengatakan, “Tentang ini belum disepakati syarat Israel mengenai keluarnya pasukan Iran dan pasukan yang berafiliasi dengannya dari kawasan itu.”

Dia melanjutkan bahwa upaya untuk merevisi perjanjian ini masih terus dilakukan, tapi sampai sekarang AS belum melaksanakan keinginan Tel Aviv. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL