palestina ismail haniyehGazaCity, LiputanIslam.com – Tokoh senior Hamas Ismail Haniyeh menegaskan bahwa intifada III al-Quds merupakan satu perkembangan strategis yang menjadi pukulan telak bagi Rezim Zionis Israel.

“Intifada berhasil memberikan pukulan telak bagi Rezim Zionis serta mengandaskan rencana kotor mereka terhadap Masjidil Aqsa dan kawasan, dan di saat yang sama berbagai upaya untuk meredakan gerakan ini juga gagal,” katanya, sebagaimana dilansir Palestinian Informatian Center, Senin kemarin (16/11).

Dia menilai gelora perjuangan ini sebagai berkat keimanan rakyat Palestina kepada kitab suci al-Quran.

“Tanpa ada generasi yang terhubung dengan al-Quran tidak akan ada idealisme pembebasan al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem), Masjidil Aqsa dan Palestina. Pendidikan tahfizhul Quran membukakan jalan untuk kemenangan dan kebebasan bangsa kita… Intifada al-Quds merupakan satu perubahan strategis yang besar dalam isu Palestina dan semua kawasan (Timteng). Gerakan rakyat ini sudah ditakdirkan Allah, dan telah dimulai pada waktu dan tempat yang benar. Gerakan besar ini merupakan cabang yang baru tumbuh dari pohon muqawamah (perlawanan) dan resistensi,” ujarnya.

Wakil Ketua Biro Politik Hamas ini menegaskan bahwa intifada i dilakukan bahkan oleh anak-anak kecil, remaja dan bahkan para gadis Palestina dan karena itu dia optimis bahwa Masjidil Aqsa dan seluruh tanah Palestina pada akhirnya akan bebas dari cengkraman kaum Zionis.

“Mereka adalah generasi penuntut kebebasan dan pendamba mati syahid, dan Masjidil Aqsa serta tanah dan rakyat Palestina akan bebas… Tidaklah berlebihan apabila kita mengatakan bahwa semua anak-anak Palestina adalah figur-figur besar. Ahmed Munasra dengan muqawamahnya telah memperlihatkan kepada dunia fasisme kaum Zionis serta membuktikan bahwa meskipun dia hanyalah seorang bocah namun ternyata adalah figur besar Palestina, ” tegasnya.

Ahmed Munasra, 13 tahun, adalah anak Palestina yang dalam sebuah rekaman video yang beredar terlihat terkapar bersimbah darah di jalan akibat diterjang peluru orang Israel. Anak yang sudah tak berdaya dan menangis kesakitan di tengah kerumunan orang Israel itu diteriaki secara berulang-ulang; “Mampuslah kamu, hai anak pelacur!”.

Pada rekaman video yang beredar berikutnya setelah dia sembuh dan keluar dari rumah sakit Ahmed Munasrah terlihat dibentaki secara berulang-ulang oleh petugas Israel di ruang interogasi, dan di situ dia dipaksa supaya mengaku tertembak karena berusaha menyerang orang Israel dengan senjata tajam, namun Ahmad tetap menolak tuduhan itu sambil menangis.

Sementara itu, sumber-sumber Palestina Senin kemarin menyatakan dua lagi warga Palestina gugur dan puluhan lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan Israel yang menyerang kamp pengungsi Qalandiya di Tepi Barat. Dengan demikian jumlah syuhada Palestina dalam intifada III yang sudah berlangsung selama sekitar enam minggu menjadi 90 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL