isis anbarBaghdad, LiputanIslam.com – Badan Pemberantasan Terorisme Irak mengumumkan sebagian besar kawasan strategis di provinsi Anbar di bagian barat Irak telah bebas dari cengkraman kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Sebagian besar kawasan vital dan penting provinsi Anbar yang menjadi jalur logistik angkatan bersenjata Irak telah lepas dari kendali ISIS. Hanya tinggal beberapa kawasan kecil dan terpencil yang masih dikuasai ISIS dan tak lama lagi juga akan bebas dari tangan mereka,” ungkap Sabah al-Nu’mani, juru bicara Badan Pemberantasan Terorisme Irak, Senin (5/1/2015), sebagaimana dilaporkan al-Sumaria News.

Dia memastikan bahwa ISIS sudah tak memiliki kekuatan ofensif seperti dulu terhadap pasukan keamanan Irak, sebab pasukan Irak sudah menggempur dan menghancurkan banyak posisi dan pangkalan mereka di kawasan Anbar.

Dalam peristiwa terbaru, sebanyak 28 petempur ISIS tewas serta beberapa kendaraan dan tempat-tempat penyimpanan senjata mereka hancur digempur tentara Irak dan kelompok-kelompok pasukan adat di distrik Hit di barat kota Ramadi.

Di provinsi Diyala sumber keamanan setempat menyatakan satu ahli bahan peledak ISIS berkewarga negaraan Mesir bernama Yusuf alias Ushfur al-Masri tewas bersama satu rekannya akibat ledakan bom yang hendak mereka tanam di sebuah jalan di distrik al-Miqdadiya, 35 kilometer timur laut kota Baquba.

Menurut sumber tersebut, Ushfur al-Masri merupakan salah satu nama besar di tengah pasukan ISIS yang dikenal sebagai ahli bahan peledak. Namanya mencuat dalam berbagai peristiwa peledakan rumah-rumah, jalan-jalan raya dan kendaraan militer dengan bom berdaya ledak besar yang menjatuhkan banyak korban jiwa dan materi dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Heider Abadi menyerukan “revolusi kelompok-kelompok adat” dalam perang melawan ISIS. Hal itu dia kemukakan saat menyambut kunjungan gubernur baru provinsi Anbar Suhaib al-Rawi, Senin kemarin.

“Diperlukan revolusi kelompok-kelompok suku untuk membebaskan tubuh masyarakat Irak dari musuh yang asing (ISIS) ini,” ungkapnya, sebagaimana dikutip Rai al-Youm.

Dia menegaskan bahwa kelompok-kelompok suku dan putera-putera daerah memang harus andil besar dalam perjuangan “membebaskan wilayah mereka dari organisasi-organisasi teroris yang telah mengobarkan perang di provinsi serta membunuhi dan mengusir warga setempat.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*