libya brigjen mohammad al ghasriKairo, LiputanIslam.com –   Juru bicara operasi militer Libya bersandi al-Bunyan al-Marsous (Bangunan Kokoh) Brigjen Mohammad al-Ghasri, Senin (29/8/2016) menyatakan bahwa pasukan pemerintahan rekonsiliasi nasional Libya yang diakui oleh PBB ini berhasil merebut kawasan permukiman 1 dan 2 yang semula menjadi markas terakhir kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kota Sirte, Libya.

Dalam keterangan kepada kantor berita Jerman, DPA, dia memastikan bahwa ISIS sedang menghirup “nafas-nafas terakhir” dan terkepung di area yang “sangat sempit” di kawasan pantai al-Jizah di bagian utara kawasan permukiman 1.

Al-Ghasri memperkirakan pertempuran masih akan berlanjut paling lama hingga satu atau dua hari ke depan sebagai bentuk operasi pembersihan kawasan itu dari keberadaan kawanan teroris ISIS.

Menurutnya, situasi di Sirte belum sepenuhnya aman karena kota wisata ini masih memerlukan operasi razia secara besar-besaran untuk pembersihan bom dan ranjau yang banyak ditanam isis di berbagai tempat.

Brigjen Mohammad al-Ghasri kembali menegaskan bahwa pasukan al-Bunyan al-Marsous tidak mungkin membuka jalur untuk meloloskan para anggota ISIS dari Sirte. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL