perang kobaneKobane, LiputanIslam.com – Para pejuang Kurdi di kota Ain al-Arab atau Kobane kembali meraih kemajuan dalam perang melawan kawanan teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan merebut kembali enam bangunan yang semula menjadi tempat pertahanan kawanan ISIS, Selasa (18/11). Bersamaan dengan ini, 23 teroris Front al-Nusra, termasuk komandannya yang memiliki julukan Abu Darda’, tewas akibat serangan pasukan pemerintah Suriah terhadap sarang-sarang mereka di kawasan Daraa.

Menurut keteerangan sumber-sumber di lapangan yang dikutip Alalam, para pejuang Kurdi Suriah yang dibantu pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, berhasil menguasai enam bangunan di pinggiran Kobane setelah terlibat pertempuran yang menewaskan 13 orang anggota ISIS, dua di antaranya berstatus komandan.

Dalam peristiwa itu para pejuang Kurdi juga telah menemukan sejumlah besar senjata, amunisi dan peluru-peluru mortir milik ISIS.
Sebelumnya, pasukan Kurdi berhasil menguasai sebuah jalur yang digunakan ISIS untuk memasok bantuan logistik.

Dalam peristiwa lain, pasukan pemerintah Suriah telah menggempur dan menghancurkan beberapa sarang kawanan teroris bersenjata kelompok Front al-Nusra di kawasan Sheikh Miskin serta beberapa desa di Rif Daraa bagian utara. Sebanyak 23 teroris tewas dalam peristiwa ini, satu di antaranya komandan al-Nusra bernama Abdur Rahman al-Sadyawi alias Abu Darda’. Selain itu, banyak peralatan tempur mereka hancur.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa pasukan Suriah juga menyerang posisi-posisi pasukan teroris di distrik Deir al-Adas serta menghancurkan tempat-tempat persembunyian pasukan al-Nusra di desa al-Karat dan Ain al-Baida di Rif Latakia. Serangan ini juga menjatuhkan sejumlah korban tewas dan luka di pihak kawanan bersenjata.

Sementara itu, lembaga Pemantau HAM Suriah menyatakan bahwa dalam lima bulan terakhir ini ISIS telah mengeksekusi sebanyak 1,500 orang di Suriah dengan menembak korban di bagian kepala atau memenggal kepala korban.

Ketua lembaga ini, Rami Abdur Rahman, mengatakan bahwa dari jumlah itu, 879 orang adalah warga sipil, dan korban terbanyak adalah warga suku Shaetat yang tinggal di provinsi Deir al-Zour, bagian timur Suriah, dan melakukan perlawanan terhadap ISIS.

Lembaga ini menambahkan bahwa 63 orang lainnya yang dipenggal oleh ISIS adalah para ekstrimis dari kelompok-kelompok lain, termasuk Front al-Nusra, sedangkan tentara Suriah yang menjadi korban eksekusi ISIS berjumlah 483 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL