Foto: Press TV

Foto: Press TV

Baghdad, LiputanIslam.com – Kelompok ekstrimis Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan telah menyingkirkan para imam jemaah di kota Mosul karena mereka diketahui sepemikiran dengan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, dan tidak sejalan dengan faham-faham ekstrem Salafi/Wahabi yang berkembang di Arab Saudi.

Sebagaimana diberitakan Iraqi Media Net (IMN), Syekh Ahmad al-Mulla Karim Sabtu (5/7/2014) mengatakan, “Sekelompok anggota ISIS kemarin (Jumat 4 Mei 2014) telah memberitahu saya dan 12 imam jamaah yang lain supaya meninggalkan universitas dan masjid-masjid tempat kami menjadi imam karena kami tidak menerapkan doktrin mereka dalam khutbah Jumat, dan karena kami cenderung kepada pemikiran al-Azhar, bukan kepada pemikiran keagamaan Saudi.”

Dia menambahkan, “Kami telah meninggalkan masjid-masjid. Kami sekarang kuatir kelompok-kelompok itu melakukan penyisiran terhadap kami, sementara kami masih berada di Mosul yang kini sudah menjadi kota penyebaran faham ekstrem dengan segala tetek bengeknya.”

Sementara itu, anggota parlemen Mosul Ibrahim al-Tha’i Sabtu (5/7/2014) mengatakan, “Geng-geng teroris ISIS telah memaksa penduduk mengikuti shalat Jumat untuk memberikan baiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi.”

Dia juga menyebutkan bahwa orang yang absen dan tidak menyatakan baiat dikenai hukuman cambuk sebanyak 50 kali.
Seperti diketahui al-Baghdadi adalah gembong ISIS yang Ahad lalu (29/6/2014) dinobatkan ISIS sebagai khalifah umat Islam. Penobatan itu mereka umumkan bersamaan dengan deklarasi “Khilafah Islam”. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL