isis irakBaghdad, LiputanIslam.com – Kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali bernasib sial dan kehilangan banyak nyawa anggotanya di Irak. Bersamaan dengan ini, sebanyak lebih 300 kepala keluarga (KK) pengungsi Irak dapat kembali ke beberapa kawasan di timur kota Ramadi setelah kawasan itu berhasil disterilkan dari keberadaan para teroris.

Berdasarkan keterangan seorang narasumber keamanan Irak, Bagdadia News Jumat kemarin (5/12) melaporkan bahwa sebanyak 142 anggota ISIS tewas akibat gempuran sengit pasukan terhadap posisi-posisi mereka di selatan kota Tikrit.

“Kebanyakan mereka terbunuh di kawasan Ahbab Tel al-Dzahab,” ungkap narasumber yang meminta tidak disebutkan identitasnya itu sembari menyatakan bahwa beberapa kendaraan para teroris tersebut hancur terkena serangan pasukan Irak.

Narasumber lain mengatakan kepada al-Sumaria bahwa di antara para anggota ISIS yang tewas terdapat beberapa warga negara Cina dan Afghanistan.

Tikrit, 140 km utara Baghdad, adalah ibu kota provinsi Salahudin yang juga merupakan kota kelahiran mantan diktator terguling Irak, Saddam Hossein.

Sementara itu, lebih dari 300 KK pengungsi Irak telah kembali ke kampung halaman mereka di beberapa kawasan di timur kota Ramadi setelah keamanan berhasil ditegakkan di semua kawasan itu oleh pasukan Irak dari satuan Komando Operasi Anbar.

“Para pengungsi itu adalah penduduk kawasan Albu Maraa dan Albu Ghanim di dekat kawasan al-Sijariyah di timur kota Ramadi,” ungkap Arkan Khalaf al-Turmuz, anggota Dewan Provinsi Anbar, dalam wawancara dengan al-Sumaria Jumat kemarin.

Mengenai penduduk kota Ramadi sendiri, Thaha Abdul Ghani, anggota lain dewan yang sama Rabu lalu mengatakan bahwa sebagian besar penduduk masih tertahan di pengungsian karena pasukan Irak masih menggelar operasi keamanan di kawasan al-Malaab dan al-Dhabbat di pusat kota.

Seperti diketahui pasukan ISIS sejak 9 Juni lalu telah melancarkan serangan besar-besaran ke kawasan utara dan barat Irak hingga menyebabkan banyak kawasan jatuh ke tangan mereka dan terjadi pula berbagai aksi kejahatan mereka, termasuk aksi pembunuhan massal.
Namun demikian, dalam beberapa bulan terakhir tentara Irak yang dibantu relawan negara ini terus melakukan operasi pembersihan berbagai kawasan negara ini dari keberadaan para teroris dan mencapai banyak kemajuan signifikan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL