Baghdad, LiputanIslam.com –  Kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyebut para ulama Irak dan Arab sebagai umala’ (para antek musuh) dan menyerukan kepada para pengikutnya supaya membunuh mereka.

Seruan keji ini dikemukakan ISIS dalam sebuah pernyataan berjudul “umala’, la ulama’”  (para antek, bukan para ulama).

“Para ulama su’ (jahat) telah murtad (keluar) dari agama, di masa perang mereka menghasilkan dan menyajikan ujung tombak, maka seretlah mereka ke jurang kebinasaan, dan ketahuilah bahwa di pundak mereka terdapat pisau-pisau, dan jadikanlah serangan terhadap mereka sebagai prioritas kalian,” bunyi seruan itu.

ISIS menambahkan, “para ulama su’ adalah musuh, dan sesungguhnya mereka adalah noda besar, maka berusahalah membersihkan bumi dari mereka, karena dalam pembunuhan mereka terhadap manfaat yang besar.”

Seruan ini mengemuka di saat ISIS sedang menderita banyak kekalahan bertubi-tubi di Irak, Suriah dan Libya, dan ketika para ulama sedang gencar melakukan pencerahan kepada masyarakat agar mewaspadai radikalisme dan berlepas tangan dari ISIS.

ISIS kini mencoba menebar rasa takut agar para ulama tidak melanjutkan gerakan pencerahan tersebut.

Sesuai seruan al-Quran, para wali Allah tidak akan pernah takut menghadapi segala sesuatu yang jelas-jelas angkara murka. Allah SWT berfirman;

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (QS. 10:62).”

Karena itu, seluruh alim ulama tentunya harus mengikuti jejak para senior mereka yang merupakan para wali Allah.

Sedangkan para agawan atau ulama yang penakut dan tidak konsisten kepada kitab suci oleh al-Quran diibaratkan sebagai keledai yang membawa kitab-kitab tebal;

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal (QS.62.5).” (mm/alsumarianews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL