Baghdad, LiputanIslam.com –  Kawanan teroris takfiri ISIS dilaporkan telah menggunakan senjata kimia terhadap pasukan Irak yang terus bergerak memerangi ISIS dalam operasi pembebasan kota Mosul, Irak utara.

Pasukan Irak menyatakan ISIS telah berulangkali menggunakan senjata kimia, namun jumlah korban dan dampaknya terhadap operasi militer itu “terbatas.”

“Gerombolan-gerombolan teroris ISIS berusaha menghambat gerak maju pasukan kami melalui penggunaan roket-roket yang dibungkus bahan-bahan kimia beracun, tapi dampak terbatas,” bunyi pernyataan komando gabungan pasukan Irak di halaman Facebook-nya, Minggu (16/4/2017).

Dijelaskan pula bahwa serangan-serangan senjata kimia ISIS yang terjadi Sabtu lalu tidak menimbulkan korban tewas, melainkan “korban luka terbatas yang telah dievakuasi dan disembuhkan secara total,” dan pula tidak mempengaruhi pergerakan maju pasukan Irak dalam operasi pembebasan Mosul barat.

Sementara itu, Pasukan Kontra-Terorisme Irak berhasil menguasai beberapa kawasan dan titik lokasi penting di distrik al-Tanak serta menghancurkan kubu pertahanan pertama kelompok teroris takfiri ISIS di distrik al-Thaura, Mosul barat, Minggu (16/4/2017).

Sami al-Aridi, salah seorang komandan pasukan yang bernaung di bawah Kemhan Irak tersebut mengatakan bahwa pasukan Kontra-Terorisme terus bergerak maju di distrik al-Tanak, Mosul barat, dan menguasai pasar al-Maasy  yang tergolong terbesar di provinsi Nineveh.  Mereka menguasai pasar ini melalui distrik al-Tanak kemudian stasiun listrik dan di situ terjadi pertempuran hebat mereka melawan ISIS.

Komandan lain bernama Maan Abdul Jabbar al-Hashimi mengatakan, “Dengan dukungan langsung pasukan udara koalisi kami dapat menghancurkan tujuh kubu pertahanan para kombatan ISIS di pinggiran distrik al-Thaura, Mosul barat.”

Dia juga menyebutkan bahwa pasukan itu telah meledakkan satu unit mobil yang dikemudikan oleh anggota ISIS pembawa misi serangan bunuh diri, dan empat mobil lain yang dilengkapi senjata otomatis. Beberapa posisi ISIS hancur merupakan garis pertama kubu pertahanan ISIS, dan dengan demikian maka operasi pembebasan akan “sangat mudah.” (mm/rayalyoum/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL