serangan isi di quetta pakistanQuetta, LiputanIslam.com – Sedikitnya 66 orang tewas dan sekitar 120 orang lainnya luka-luka terkena serangan teror bom bunuh diri di sebuah rumah sakit di kota Quetta di barat daya Pakistan, Senin (8/8/2016).

Tembakan disusul ledakan bom terjadi di dekat pintu masuk ruang gawat darurat, tempat jenazah pengacara kondang Bilal Anwar Kasi dilarikan setelah tertembak mati pada Senin pagi.

Para korban sebagian besar adalah para pengacara dan wartawan yang datang ke rumah sakit untuk melayat Kasi.

Kasi yang juga ketua Asosiasi Pengacara Balochistan ditembak mati oleh dua orang tak dikenal saat dalam perjalanan dari rumahnya menuju komplek pengadilan utama di Quetta.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengungkapkan “keprihatinan yang mendalam” atas kejadian ini.

“ Siapapun tidak diperkenankan mengganggu perdamaian di provinsi (Balochistan) ini. Rakyat serta pasukan kepolisian dan keamanan di Balochinstan telah mempersembahkan pengorbanannya untuk negara ini,” katanya, seperti dikutip BBC.

Ketua Asosiasi Pengacara Pengadilan Pakistan, Syed Ali Zafa, menyebutkan peledakan itu sebagai serangan terhadap keadilan.

ISIS Bertanggungjawab

Kantor berita Jerman, DPA, melaporkan bahwa seorang narasumber yang dekat dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengatakan kelompok sel ISIS di kawasan Khorasan di wilayah perbatasan Pakistan- Afghanistan berada di balik serangan tersebut.

Disebutkan bahwa serangan dilakukan di tengah kerumunan para pengacara dan wartawan yang sedang menunggu keluarnya jenazah pengacara senior Kasi.

ISIS mengaku bertanggungjawab atas beberapa serangan teror yang pernah melanda Pakistan sebelumnya, tapi baru sekarang kelompok takfiri berfaham Salafi/Wahabi itu menyatakan bertanggungjawab atas serangan di Balochistan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL