Kabul, LiputanIslam.com –   Sedikitnya 63 orang tewas dan 182 orang lain luka-luka terkena serangan bom bunuh diri di Kabul, ibu kota Afghanistan, Sabtu malam (17/8/2019). Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL/DAESH) mengaku bertanggungjawab atas serangan ini.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nusrat Rahimi memastikan serangan itu dilakukan dengan cara bunuh diri dan di antara korban terdapat kaum wanita dan anak kecil.

Seorang korban luka kepada AFP mengatakan, “Para peserta acara sedang menari dan bersuka ria ketika terjadi ledakan.”

Baca: Al-Baghdadi Nominasikan Abdullah Qardash Sebagai Penerus Pimpinan Daesh

Korban luka lain, Hamid Quraish, 22 tahun, di atas ranjang rumah sakit mengatakan kepada kantor berita yang sama bahwa kepanikan melanda semua orang dan acara pesta berubah menjadi ajang pembantaian akibat serangan keji itu.

Dia yang kehilangan saudaranya akibat insiden kekerasan itu menambahkan bahwa acara itu dihadiri oleh sekitar 1000 orang.

Kelompok Taliban pernah berkuasa namun digulingkan oleh aliansi pimpinan AS pada tahun 2001 turut mengutuk serangan itu dan mengaku tidak terlibat di dalamnya.

Di pihak, kelompok teroris ISIS wilayah Khorasan, Afghanistan, mengaku bertanggungjawab atas serangan itu.

Baca: 95 Orang Terluka Akibat Ledakan Bom Mobil di Kabul

“Saudara pelaku bom bunuh diri berhasil meledakkan diri di sebuah perkumpulan besar Rafidhah,” ungkap kelompok ekstremis bengis berhaluan Salafi/Wahhabi itu melalui aplikasi telegram, Ahad.

Rafidhah adalah stigma yang dilekatkan terhadap para penganut mazhab Syiah oleh kalangan takfiri, dan ISIS telah berulangkali melancarkan serangan terhadap warga Muslim Syiah Afghanistan. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*