Beirut, LiputanIslam.com –  Juru bicara kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Rabu (26/9/2019), dalam sebuah rekaman suara yang diviralkan oleh akun Telegram para ekstremis dan berisi ancaman serangan lain setelah serangan teror yang menyasar parade militer di kota Ahwaz, Iran barat daya, pada Sabtu pekan lalu.

Juru bicara yang memiliki julukan Abul Hasan Muhajir itu dalam rekaman berdurasi 3 menit menyatakan, “Mereka (Iran) tidak bangkit dari ketakutan akan terkena serangan, dan tidak akan menjadi yang terakhir, dengan izin Allah. Serangan yang akan datang, dengan daya dan kekuatan Allah, akan lebih pintar dan pahit.”

Sebelumnya, ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan di kota Ahwaz yang menjatuhkan 24 korban tewas dan 70 korban luka tersebut. Namun, otoritas Iran menyatakan bahwa serangan yang juga menewaskan lima pelakunya itu dilakukan oleh kelompok pemberontak Iran yang didukung dan didanai oleh negara-negara asing.

Kementerian Keamanan Iran Senin lalu menyatakan aparat telah menangkap sebanyak 22 orang yang diduga terlibat serangan teror Ahwaz. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*