Baghdad, LiputanIslam.com –  Kelompok teroris ISIS meminta dengan paksa perhiasan emas kaum perempuan Mosul melalui komite-komite khusus yang mereka bentuk untuk menggalang dana. Selain itu, ISIS selama ini juga berbisnis narkoba untuk memenuhi kebutuhan dananya.

Sumber lokal Mosul, Minggu (22/1/2017), mengatakan aksi perampasan perhiasan emas itu dinyatakan oleh badan pengadilan ISIS.

“Para teroris ISIS di kawasan al-Dawasah di bagian kanan (barat) Mosul mengancam akan menghukum orang-orang perempuan Mosul yang diketahui tidak menyerahkan perhiasan emasnya kepada pasukan pengadilan ISIS,” ungkap sumber anonim itu sembari menyebutkan bahwa sanksi hukumannya adalah cambuk.

Sementara itu, Menlu Rusia Sergei Lavrov dalam konferensi pemberantasan narkoba di Moskow menyatakan bahwa pendapatan ISIS dan kelompok-kelompok teroris lain diperoleh antara lain dari penyelundupan narkoba, dan ini menjadi ancaman nyata bagi ekonomi Rusia dan kesehatan rakyat negara ini.

“Selain mendatangkan kerugian pada sektor keuangan dan sosial, narkoba juga berdampak negatif pada keamanan internasional, karena penyelundupan narkoba menempati segmen besar dalam pendanaan aktivitas kelompok-kelompok teroris, pengacau dan penjahat,” kanya.

Viktor Ivanov, mantan Badan Pemberantasan Narkoba Rusia tahun lalu menyatakan bahwa pendapatan ISIS dari penyelundupan narkoba dari Afghanistan ke Eropa mencapai US$ 1 miliar/tahun.  (mm/aliraq/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL