irak isilBaghdad, LiputanIslam.com – Pasukan Irak dilaporkan mundur dari pangkalan terakhirnya di kota Hit, provinsi Anbar, setelah beberapa pekan terlibat pertempuran dengan pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah. Akibatnya, kota kecil di barat laut kota Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, ini jatuh ke tangan ISIS.

Sebagaimana dilaporkan AFP, seorang polisi Irak berpangkat kolonel Senin kemarin (13/10) mengatakan bahwa ratusan tentara ditarik keluar dari pangkalan tersebut dan direlokasi ke tempat lain untuk membantu melindungi pangkalan udara Asad.

“Hit sekarang 100 persen berada di bawah kontrol ISIS,” ujarnya.

Penarikan mundur tentara Irak dari pangkalan militer Hit diakui oleh komandan Operasi Anbar, Letjen Rashid Falih. Namun, menurutnya, hal itu dilakukan dilakukan sebagai langkah taktis.

“Sebagai langkah taktis, tentara Irak mundur dari pangkalan itu dengan semua perlengkapan dan senjatanya ke arah kawasan al-Baghdadi di sebelah barat Ramadi,” ujarnya, sebagaimana dilansir al-Quds al-Arabi.

Dia menjelaskan bahwa tentara Irak kini sedang menghimpun kekuatan untuk memulai operasi militer secara masif untuk membebaskan lagi kota yang berjarak sekitar 70 km dari Ramadi tersebut.

Minggu malam lalu (12/10) organisasi relawan Badar menyatakan pasukannya siap dikerahkan ke provinsi Anbar untuk menghadapi ISIS dan melakukan pembersihan provinsi itu dari keberadaan gerombolan teroris tersebut.

“Sesuai fatwa marji’ (ulama panutan) yang membolehkan keberadaan (relawan) di wilayah Irak manapun untuk menumpas fitnah, organisasi Badar siap mendatangi Anbar untuk berperang melawan ISIS,” ungkap Muthanna al-Tamimi, Ketua Dewan Provinsi Diyala yang juga merupakan salah satu komandan Badar kepada lembaga pemberitaan Irak, al-Sumaria.

Sejauh ini, organisasi Badar terlibat aktif dalam perang melawan ISIS di semua zona operasi di bagian utara dan timur laut Irak, termasuk provinsi Salahuddin, provinsi Diyala dan kawasan sekitar Baghdad.

Kesiapan untuk ikut bertempur di Anbar itu dinyatakan menyusul adanya peningkatan intensitas serangan ISIS di provinsi tersebut.

Gubernur Anbar Sabah al-Karhut Selasa lalu menyatakan situasi keamanan di wilayahnya berada dalam kondisi kritis dan karena itu pemerintah setempat berharap ada pasukan bantuan, termasuk relawan. Pihak militer Irak sendiri pada hari itu menyatakan akan mengirim pasukan bantuan ke Anbar.

Sementara itu, sebagaimana diberitakan Reuters, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Senin kemarin menyatakan bahwa akibat pertempuran yang terjadi pada bulan ini di kota Hit sebanyak lebih dari 180,000 penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL