bandara tabaqa suriahBeirut, LiputanIslam.com – Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah akhirnya berhasil merebut bandara militer Tabaqa, provinsi Raqqa, setelah lima hari bertempur dan menderita banyak korban jiwa melawan pasukan pemerintah Suriah, demikian dilaporkan Lembaga Pengawas HAM Suriah, sebagaimana dilansir laman al-Mayadeen, Ahad (25/8).

Lembaga yang berbasis di Inggris itu menambahkan bahwa semua pesawat tempur, helikopter dan pasukan Suriah telah ditarik mundur dari bandara al-Tabaqa ke bandara Deir al-Zor dan beberapa tempat lain.

Wartawan TV al-Mayadeen di Suriah melaporkan bahwa di hari keempat pertempuran Sabtu lalu (23/8) ISIS mendatangkan pasukannya dalam jumlah besar dari bagian utara Rif Homs yang menurut sumber-sumber militer Suriah mencapai ribuan petempur. Mereka bertempur mati-matian demi menguasai bandara militer terakhir pasukan Suriah di provinsi Raqqa tersebut dan tak peduli dengan jatuhnya banyak anggota mereka akibat serangan udara pasukan Suriah secara bertubi-tubi.

Sumber-sumber itu juga menyebutkan sebanyak lebih dari 600 petempur ISIS tewas dan sejumlah besar lainnya luka-luka dalam lima hari pertempuran di sekitar bandara Tabaqa.

Lembaga Pengawas HAM Suriah mengabarkan bahwa pasukan Suriah yang semula berusaha mempertahan bandara itu akhirnya menarik diri dan berkonsentrasi di kawasan Ithriya yang terletak tak jauh dari bandara tersebut.

Menurut lembaga ini, sejak lima hari sebelumnya ISIS melancarkan serbuan besar-besaran untuk menguasai bandara militer Tabaqa yang merupakan pangkalan terakhir pasukan Suriah di provinsi Raqqa setelah mereka kehilangan Pangkalan Divisi 17 dan Pangkalan Brigade 93. Bandara Tabaqa biasanya digunakan oleh pasukan Suriah untuk menggempur posisi-posisi Israel di bagian timur Suriah dengan jet tempur dan helikopter. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL