isis bakar pejuang irakBaghdad, LiputanIslam.com – Kelompok teroris takfiri paling kejam dan brutal di dunia, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL/IS/DAISH), kembali memamerkan aksi biadabnya dengan memublikasikan rekaman video pembakaran hidup-hidup empat anggota relawan Irak al-Hashd al-Shaabi.

Menurut laporan AFP dari Baghdad, Senin kemarin (31/8), dalam rekaman video yang tak jelas tempat dan waktu perekaman peristiwa itu terlihat tanda “Wilayah Anbar” yang menunjuk pada provinsi Anbar di bagian barat Irak. ISIS menyatakan empat korbannya itu layak dibunuh dengan cara demikian karena telah berdosa memerangi ISIS.

Video propaganda ISIS itu disebar melalui medsos, dan di situ terlihat empat pria mengenakan pakaian serba oranye digantung dengan tali yang mengikat kedua tangan dan kaki mereka dengan posisi bagian depan menghadap ke tanah, sementara api dikobarkan dari bawah.

Selanjutnya, seorang anggota ISIS yang mengenakan penutup wajah berseru, “Sekarang sudah tiba saatnya kami membalas dendam semua orang yang memerangi kami, dan ini adalah hukuman bagi orang yang memerangi kami.”

Kelompok teroris yang mengatasnamakan Islam ini sudah berulang kali melakukan aksi kejahatan dalam bentuknya yang paling sadis dan keji dengan tujuan menjatuhkan mental dan menakut-nakuti lawan-lawannya.

Bantai 150 Perempuan

TV EuroNews Senin kemarin melaporkan bahwa dalam satu bulan lalu saja ISIS di Mosul sudah membantai ratusan orang, termasuk lebih dari 150 perempuan. Mereka dieksekusi setelah dikenai berbagai macam dakwaan semisal menjalin komunikasi dengan keluarga yang ada di luar Mosul melalui telepon seluler, berstatus sebagai pegawai pemerintah Irak, terlibat kegiatan peduli HAM, dan menjadi anggota lembaga sipil.

Lembaga Pengawas HAM (HRW) Ahad lalu (20/8) saat menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi kaum perempuan yang ditawan ISIS menyebutkan semakin banyak perempuan yang terpaksa bunuh diri karena tidak tahan menghadapi tekanan yang mereka alami, termasuk demi menghindari tindakan ISIS memperlakukan mereka sebagai budak seks, dan banyak gadis yang masih di bawah umur.

Banyak kalangan memastikan ISIS sebagai kelompok yang dibidani, didanai dan dipersenjatai oleh Barat dan beberapa negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Turki, dengan tujuan mengacaukan keamanan di Irak dan Suriah, meskipun pada akhirnya negara-negara itu juga terkena sendiri dampak kebuasan ISIS.

Ramadi Akan Segera Bebas

Wakil ketua parlemen provinsi Anbar Falih al-Isawi menyatakan kota Ramadi tak lama lagi akan bebas dari cengkraman ISIS tanpa keterlibatan pasukan AS dalam operasi pembebasan.

“Memang ada kelambanan dalam operasi pembebasan Ramadi, tapi ini demi memperkecil jumlah korban jiwa serta kerusakan sarana infrastruktur. ISIS sekarang sedang memperlakukan pusat kota Ramadi sebagai bumi yang terbakar,” katanya kepada al-Sumaria News.

Dia menambahkan, “Pasukan keamanan sedang mempersiapkan proses pembebasan Ramadi dengan dukungan tiga kelompok relawan al-Hashd al-Shaabi dari kalangan penduduk provinsi Anbar sendiri…. Keterbebasan Ramadi sudah sangat dekat.”

Dia memastikan pasukan AS sama sekali tidak terlibat dalam proses pembebasan ibu kota Anbar ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL