israel herzi helevi

Herzi Helevi

Beirut, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel ketar-ketir jika kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kalah dalam perang di Suriah. Hal ini terlihat dari pernyataan Kepala Direktorat Intelijen Israel Mayjen Herzi Helevi tentang perkembangan situasi perang di Suriah.

“Berakhirnya perang melawan IS (ISIS) di Suriah dengan kekalahan kelompok ini tidak menguntungkan Israel, sebab kami kuatir kami akan sendirian menghadapi kekuatan besar Iran dan Hizbullah,” katanya pada Konferensi Herzliya ke-16, Rabu (15/6), seperti dikutip FNA.

Dia mengakui Israel mencemaskan menguatnya kemampuan dan kesiapan Hizbullah dalam beberapa tahun terakhir, tapi dia menilai kecil sekali kemungkinan akan segera pecah perang baru antara Hizbullah dan Israel, sedangkan jika perang itu terjadi maka “tidak akan mudah” karena kemampuan militer Hizbullah terus menguat.

“Hizbullah memang kehilangan sejumlah pasukannya di Suriah, tapi mereka mencetak berbagai kemenangan dan mendapatkan banyak pengalaman,” ujarnya.

Dia menilai bahwa baik Israel maupun Hizbullah sama-sama tidak berniat memulai perang, dan Israel merasa nyaman dengan berlanjutnya ketentraman di perbatasan hingga beberapa tahun ke depan.

“Kita tidak ingin perang, tapi kita siap untuk itu lebih dari sebelumnya, dan kita meningkatkan kemampuan kita. Mengenai pengetahuan kita tentang Hizbullah, tak ada pasukan yang dikenal sebagai musuh melebihi pengenalan kita tentang Hizbullah,” katanya.

Dia memastikan bahwa jika terjadi perang antara keduanya maka situasinya akan jauh berbeda dengan peperangan sebelumnya.
Lebih lanjut dia berharap ISIS tidak kalah dalam perang di Suriah.

“Israel tidak menghendaki perang di Suriah berakhir dengan kekalahan ISIS lalu negara-negara besar akan meninggalkan kawasan, sebab dengan begitu maka kita akan sendirian menghadapi kekuatan besar Iran dan Hizbullah. Kondisi demikian menyulitkan Israel, sehingga harus perkembangan situasi harus dipengaruhi dan kita harus berusaha supaya hal ini tidak terjadi,” jelasnya.

Mengenai Arab Saudi dia menilai Riyadh berusaha memuluskan interesnya dengan mendekati Israel. Dia mengatakan, “Saudi sekarang berbeda dengan apa yang kita ketahui dulu. Saudi ingin menjadi pemimpin Sunni dunia, bermaksud merealisasikan beberapa kepentingannya dengan mendekati Israel, dan kini tersedia peluang untuk merealisasikannya.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL