13930414000266_PhotoLBaghdad, LiputanIslam.com – Seorang tokoh militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang tertangkap oleh pasukan Irak di Tikrit mengaku jika kelompok ini berhasil menguasai Baghdad maka mereka meledakkan makam imam Syiah, Imam Musa al-Kadhim, sebelum kemudian makam imam Ahlussunnah, Abu Hanifah al-Nu’mani atau Imam Hanafi.

Tanpa menyebutkan nama tokoh ISIS tersebut, lembaga pemberitaan Waradana mengutip laporan TV al-Iraqiya Sabtu (5/7/2014) menyebutkan bahwa tokoh itu dianggap ISIS sebagai “wali amr”-nya untuk kawasan Makishifah, Tikrit.

Kepada TV al-Iraqiya yang menyertai pasukan Irak dalam penangkapan tersebut, tokoh itu mengatakan, “ISIS bercita-cita mendirikan khilafah Islam dengan Baghdad sebagai ibu kotanya, dan di situ kami akan melenyapkan tempat-tempat ibadah berbau syirik dan keberhalaan.”

Pernyataan tokoh ISIS itu segera dipotong pertanyaan oleh wartawan TV al-Iraqiya. “Mana tempat-tempat ibadah itu di kota yang di dalamnya terdengar suara adzan dan didirikan shalat di semua tempat dan di setiap waktu?” tanya wartawan. Tokoh itu menjawab, “Tempat ibadah pertama adalah Kadzimiyah, dan kami akan membom makam Imam al-Kadzim, kemudian makam Imam Abu Hanifah al-Nu’man (Imam Hanafi).”

Saat ditanya mengapa juga akan meledakkan makam Imam Hanafi sedangkan dia dikenal sebagai imam yang moderat dalam Islam dan ruh serta jasadnya sangat dimuliakan, sang “wali amr” itu menjawab, “Dia itu imam bid’ah, semua orang Irak adalah kafir jika tidak mengikuti ajaran kaum salaf (ulama terdahulu) yang jejaknya diikuti oleh Syekh Muhammad Abdul Wahhab.”

Dia menambahkan, “Syiah dan Sunnah sama-sama kafir, kecuali yang bertaubat dan beriman serta membaiat Abu Umar al-Baghdadi. ISIS akan membunuh semua orang Irak Sunni, Syiah, Kristen, Izidis, Mandais, sekularis, nasionalis dan bahkan para simpatisan Partai Baath.”  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL