Syeikh Adnan al-Aroor, da'i Wahabi asal Suriah.

Syeikh Adnan al-Aroor, da’i Wahabi asal Suriah.

Riyadh, LiputanIslam.com –  Da’i takfiri Wahabi asal Suriah yang tinggal di Riyadh, Arab Saudi, Syeikh Adnan al-Aroor angkat bicara mengenai operasi ganyang ISIS di Mosul yang sudah berjalan dua hari. Di pihak lain, Perdana Menteri Irak Haider Abadi mengingatkan bahwa faham takfiri yang membunuhi banyak orang di Irak kelak juga akan membunuhi orang-orang lain di negara-negara Arab Teluk Persia.

Adnan al-Aroor yang sering tampil di channel-channel  TV satelit Wahabi menyatakan bahwa tujuan pasukan Irak adalah membantai penduduk Mosul.

“Penduduk Mosul terancam aksi pembantaian dengan dalih perang DAESH (ISIS),” ungkapnya dalam penggalan video yang dia sebarkan di Twitter, Selasa (18/10/2016).

Tokoh intoleran yang gemar menebar ujaran kebencian, mengafirkan kelompok Muslim Syiah, dan dengan berbagai cara mendukung ISIS dan Jabhat al-Nusra ini beralasan bahwa ISIS bisa bersembunyi di dalam bunker atau terowongan, sedangkan warga sipil Mosul tidak demikian.

“DAESH punya terowongan-terowongan dan jalan keluarnya sendiri, sedangkan penduduk Mosul apa dosa mereka sehingga mereka dibunuhi dengan sektarianisme di depan kemanusiaan dan HAM?”  lanjutnya.

Hal itu dia kemukakan di channel TV Wesal milik Wahabi yang berbasis di Riyadh, dan videonya kemudian dia sebarkan melalui akunnya di medsos Twitter.

Bersamaan dengan dimulainya operasi pembebasan Mosul, media negara-negara Arab Teluk Persia, terutama Arab Saudi, ramai-ramai menebar propaganda anti pasukan Irak. Sebagian di TV Arab itu bahkan meliput aks-aksi ISIS melawan pasukan Irak.

ISIS merupakan kelompok teroris yang juga memiliki ideologi Wahabisme yang cenderung takfiri, yakni mengafirkan orang lain yang tak sependapat dengan mereka. Faham keislaman garis keras ini dianut oleh rezim-rezim dinasti di negara-negara Arab kaya minyak di kawasan Teluk Persia.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Haider Abadi dalam jumpa pers di Baghdad Selasa kemarin mengingatkan para politisi Arab Saudi bahwa “faham yang telah membunuhi banyak orang di Irak suatu saat nanti juga akan  membunuhi orang-orang lain di negara-negara Arab Teluk Persia.”

Dia juga menegaskan bahwa pembebasan Mosul adalah awal pembasmian ISIS secara militer di Irak untuk selanjutnya pembasmian mereka di Suriah dalam waktu dekat. (mm/cnn/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL