masoud jazayeri2Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Massoud Jazayeri memastikan bahwa kelompok teroris takfiri Daulah Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL/DAISH) dibentuk dengan tujuan memberikan rasa tentram dan aman bagi entitas Zionis Israel.

“Amerika Serikat (AS) berada di balik operasi-operasi teror ISIS di kawasan dengan tujuan menjauhkan marabahaya dari Israel dan supaya rezim pendudukan ini dapat menikmati keamanan,” katanya di Teheran, Jumat (16/10), sebagaimana dilansir Fars News.

Dia menambahkan bahwa demi melincinkan ambisinya di kawasan Asia barat dan Afrika utara, AS berusaha bermain di balik mega proyek Timur Tengah Raya.

“Tapi revolusi Islam (Iran) menjadi satu-satunya kendala bagi proyek ini, sehingga AS sekarang marah besar terhadap Republik Islam (Iran), karena ia memandang revolusi Islam telah mengandaskan proyek-proyeknya,” tegasnya.

Menurutnya, Suriah merupakan salah satu mata rantai penting dalam front muqawamah (perlawanan terhadap Israel).

“Pada langkah awal mereka berusaha menjauhkan muqawamah dari perbatasan tanah pendudukan (Palestina), sedangkan pada langkah selanjutnya mereka bermaksud menghidupkan prakarsa Timur Tengah Raya… Selama empat tahun terakhir ini semua negara reaksioner dan arogan telah berusaha menggulingkan pemerintah Suriah untuk digantikan dengan pemerintahan baru di negara ini, dan pada puncaknya mereka ingin mendepak Suriah dari poros muqawamah, mengepung Hizbullah Lebanon, serta menekan Irak sebelum kemudian Republik Islam Iran, ” terangnya.

Dia menambahkan, “Berkat manajemen Republik Islam Iran, pemerintah Suriah bukan saja tidak akan jatuh, tapi malah berhasil mencetak kemenangan-kemenangan baru dalam beberapa hari belakangan ini.”

Menyinggung operasi militer Rusia terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah, Jazayeri mengatakan, “Mereka (Rusia) seharusnya sudah terlibat sejak jauh hari sebelumnya. Mereka tahu bahwa jika tidak terlibat di arenai dan tidak berperan apa-apa maka mereka akan kehilangan semua prestasinya selama ini di kawasan.”

Dia melanjutkan, “Tanpa kecerdikan dan manajemen Iran serta keberadaan aktif para mujahidin kami serta front muqawamah seperti Afghanistan, Lebanon dan Irak maka sekarang Suriah sudah berada dalam dominasi AS dan entitas Israel, dan garis perbatasan tanah-tanah pendudukan akan lebih dekat lagi dengan kita.”

Dia menegaskan bahwa berkat “darah syuhada”, kubu muqawamah kini menjadi lebih tangguh dibanding sebelumnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL