pasukan turkiAnkara, LiputanIslam.com – Kantor berita Ihlas (İhlas Haber Ajansı/IHA), Turki, Kamis (23/7) melansir keterangan sumber-sumber lokal di wilayah perbatasan Turki dengan Suriah bahwa tentara Turki telah membunuh 100 teroris ISIS dalam sebuah operasi militer anti ISIS yang digelar menyusul peristiwa terbunuh dan terlukanya tiga pasukan penjaga perbatasan Turki di tangan ISIS.

Disebutkan bahwa sebelum operasi itu digelar, pasukan ISIS telah melepaskan tembakan ke arah pasukan penjaga perbatasan Turki karena tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Turki untuk melarikan seorang anggotanya ke sebuah rumah sakit di wilayah Turki. Tembakan itu menewaskan satu tentara Turki dan melukai dua lainnya.

Pihak militer Turki sendiri dalam statemennya Kamis kemarin menyatakan bahwa tentara Turki melancarkan serangan balasan yang mengakibatkan satu anggota ISIS tewas dan tiga mobil mereka hancur.

IHA menyebutkan bahwa operasi militer Turki masih berlanjut, tetapi beberapa lembaga pemberitaan Turki lainnya melaporkan operasi itu sudah berakhir, sementara beberapa situs berita yang dekat dengan pemerintah Ankara Kamis sore memberitakan bahwa pasukan helm hijau Turki melancarkan operasi sweeping ISIS di desa Ayash di wilayah Suriah yang berjarak 9 km dari perbatasan.

Surat kabar Yeni Şafak, Turki, melaporkan pasukan helm hijau Turki telah membebaskan desa itu dari kendali ISIS setelah tentara Turki lainnya menggempur kawanan teroris tersebut dengan artileri dan tank.

Para pejabat resmi Turki enggan berkomentar tentang pertempuran tentara Turki dengan ISIS tersebut. Pemerintah Turki yang bermusuhan dengan pemerintah Suriah selama ini dikenal sebagai negara yang mendukung terorisme ISIS di Suriah sehingga para anggota ISIS leluasa keluar masuk Suriah melalui wilayah Turki.

Senin lalu (21/7) ISIS melancarkan serangan teror bom bunuh diri di kota Suruc, Turki, menewaskan 32 orang dan melukai sekira 100 orang lainnya. Serangan itu ditujukan terhadap para relawan yang hendak menyeberang ke kota Ain al-Arab (Kobane), Suriah, untuk berpartisipasi dalam kegiatan rekonstruksi Kobane.

Menyusul peristiwa ini, demikian pula peristiwa serangan yang melukai empat polisi Turki di wilayah berpenduduk Kurdi Turki, Partai Republik Rakyat Turki menyerukan kepada para anggota parlemen supaya menggelar sidang luar biasa. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL