SYRIA-ARCHEOLOGY-HERITAGE-PALMYRABeirut, LiputanIslam.com –  Pasukan organisasi teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) diduga sedang bermaksud meledakkan beberapa bagian situs purbakala Palmyra (Tadmur) yang mereka kuasai di bagian tengah Suriah sejak bulan lalu.

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) Minggu (21/6) menyatakan ISIS telah menanam ranjau dan bom di beberapa lokasi peninggalan purbakala di bagian timur Rif Khoms tersebut.

Menurut SOHR, belum jelas apakah penanaman bahan peledak itu merupakan persiapan ISIS untuk penghancuran situs Palmyra, atau sekedar untuk menahan gerak maju pasukan pemerintah Saudi ke kota Palmyra.

“Barang-barang itu telah ditanam kemarin. Mereka juga menanam barang-barang serupa di lokasi teater Romawi, namun kami tidak mengetahui alasan yang sebenarnya,” ungkap Rami Abdulrahman, ketua SOHR kepada Reuters.

Maamoun Abdulkarim, kepala badan pelestarian peninggalan purbakala Suriah, juga mengatakan kepada Reuters bahwa laporan mengenai penanaman bom di Palmyra oleh ISIS itu “tampaknya benar.”

“Kota ini menjadi sandera di tangan mereka, situasi yang berbahaya,” ungkapnya cemas.

Dirjen Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (Unesco) Irina Bokova mengingatkan bahwa kerugian besar akan menimpa umat manusia jika situs sejarah Palmyra sampai menjadi sasaran vandalisme ISIS yang telah menguasainya sejak 21 Mei lalu setelah terlibat kontak senjata dengan pasukan pemerintah Suriah selama sembilan hari.

Palmyra juga dikenal dengan sebutan “Pengantin Gurun” dan merupakan puing di tengah gurun yang semula merupakan kota monumental dalam rute perniagaan yang menghubungkan Persia, India, dan Tiongkok dengan Kekaisaran Romawi.

Keberadaannya sebagai kota persinggahan di persimpangan peradaban kuno terlihat dari paduan corak arsitektur kuil-kuil dan pilar-pilarnya.

Sejarawan dan novelis Inggris Tom Holland menyebut situs itu sebagai kombinasi mempesona pengaruh klasik, Iran, dan Arab. Karena itu dia memastikan bahwa jika Palmyra sampai hancur maka hal ini bukan hanya merupakan kehilangan bagi Suriah, melainkan juga bagi seluruh masyarakat dunia.(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL