Moskow, LiputanIslam.com –  Pemerintah Rusia menyatakan bahwa operasi pemboman oleh Angkatan Udara Rusia selama delapan bulan terhadap berbagai posisi dan pusat perekonomian ISIS telah melumpuhkan aktivitas besar-besaran kelompok teroris takfiri ini untuk memperoleh pendapat devisa dari penyelundupan minyak ke pasar internasional.

Wakil Direktur Departemen Ancaman dan Tantangan Baru Kemlu Rusia Dmitry Feoktistov, Kamis (4/5/2017), tentang ini menjelaskan, “Lebih dari 3000 unit truk tanki minyak yang diaktifkan untuk transportasi minyak yang  dikeluarkan dari ladang-ladang minyak Suriah telah musnah dalam pembombardiran sehingga menjadi sebab utama terpuruknya pendapatan devisa ISIS.”

Dia menambahkan bahwa sejauh ini sebanyak 200 pusat eksplorasi dan produksi minyak yang diduduki ISIS juga hancur terkena serangan udara Rusia.

Dia memperkirakan bahwa akibat serangan telak Rusia terhadap aktivitas perekonomian ISIS ini, jika semula penghasilan mereka dari minyak mencapai 2 milyar US$/tahun maka sekarang menyusut drastis menjadi 200 juta US$/tahun.

Feoktistov menambahkan, “Para mitra Barat Moskow juga mengakui fakta dan keberhasilan operasi anti teror telah mengurangi dalam jumlah besar pendapatan minyak ISIS. “

Dilaporkan bahwa ISIS menyelundupkan dan menjual minyak yang didapatnya di Suriah dan Irak ke pasar internasional dengan harga yang jauh lebih murah dari harga resmi dunia. Mereka menyelundupkan hasil jarahannya itu melalui para mafia pialang minyak yang ada di Turki. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL