ISIS menguasai Yarmouk

Fars News Minggu (3/2) melaporkan, sekjen pasukan perlawanan (muqawamah) Palestina, Khaled Abdel Majid, mengungkapkan bahwa pasukan pemerintah Suriah menolak permintaan ISIS dan Front al-Nusra keluar dari kamp pengungsi Palestina Yarmouk dan kawasan al-Hajar al-Aswad dan al-Tadamun di selatan Damaskus bersama senjata dan perlengkapan perang mereka.

Abdel Majid memperkirakan bahwa dua kelompok teroris itu masih akan bersikukuh dan mengulangi permintaan tersebut karena kondisi mereka sangat buruk.

“Sudah dilakukan komunikasi-komunikasi tak langsung ISIS dan Front al-Nusra dengan para pejabat Suriah terkait untuk merundingkan penarikan diri dan keluarnya kawanan bersenjata yang terafiliasi dengan dua kelompok takfiri ini dari kamp pengungsi Yarmouk dan kawasan selatan Damaskus,” katanya.

Dia menambahkan, “Pihak yang menengahi perundingan ini adalah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), sebab PLO sebelumnya sudah terlibat perundingan dengan perwakilan ISIS dan Front al-Nusra untuk pengeluaran orang-orang bersenjata mereka dari kamp Yarmouk.”

Menurutnya, perundingan itu sampai sekarang belum membuahkan hasil.

“ISIS dan Front al-Nusra ingin mengeluarkan dan menarik 110 anggotanya bersama persenjataan dan perlengkapan militer mereka dari kawasan di selatan Damaskus yang meliputi Yarmouk, Hajar al-Aswad dan al-Tadamun,” paparnya.

Dia juga mengatakan bahwa belum lama ketika mendapatkan penolakan dari tentara Suriah ISIS bersedia keluar dari kawasan Huran tanpa membawa senjata, namun kali ini perundingan soal inipun tetap tidak menelorkan hasil sehingga ISIS melakukan dan meningkatkan serangan militernya di selatan Damaskus.

Dia memastikan bahwa kondisi ISIS dan Front al-Nusra di kawasan itu “sangat buruk dan mengenaskan” akibat terkepung oleh pasukan Suriah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL