Quetta, LiputanIslam.com –  Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggungjawab atas serangan teror yang menarget wakil ketua majelis tinggi parlemen Pakistan Abdul Ghafoor Haideri, Jumat, (12/5/2017).

Melalui kantor beritanya, Amaq, ISIS menjelaskan bahwa serangan itu dilakukan oleh anggotanya yang mengenakan bom rompi.

Seperti telah dilaporkan LI sebelumnya, wakil ketua majelis tinggi parlemen Pakistan Abdul Ghafoor Haideri lolos dari upaya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pelaku serangan bom bunuh diri yang diarahkankan terhadap sebuah konvoi mobil di provinsi Balochistan, namun sedikitnya 25 orang tewas dan sekira 50 lainnya luka-luka.

Radio Pakistan melaporkan bahwa Haideri yang juga pemimpin senior partai Jamiat Ulema-e-Islam-Fazl (JUI-F) termasuk di antara puluhan korban luka dalam serangan di kota Mastung tersebut.

Pelaku menyerang segera setelah konvoi Haideri meninggalkan sebuah madrasah atau pesantren di Mastung, sekitar 70 km dari ibu kota provinsi Quetta.

Ledakan dahsyat itu merusak beberapa kendaraan konvoi. Haideri yang saat itu sedang kembali dari sebuah acara di madrasah segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Laporan media menggambarkan kondisinya stabil.

Pasukan paramiliter mengepung lokasi sekitar dan melancarkan operasi pencarian. Perdana Menteri Nawaz Sharif dan menteri dalam negeri Chaudhry Nisar Ali Khan mengecam serangan tersebut. (mm/hindustantimes)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL