Kabul, LiputanIslam.com –  Kelompok teroris ISIS, Rabu (8/2/2017), menyatakan bertanggungjawab atas serangan bom bunuh diri yang menerjang gedung pengadilan tinggi dan menewaskan sedikitnya 21 orang, beberapa di antaranya hakim dan orang perempuan, di Kabul, ibu kota Afghanistan, yang terjadi sehari sebelumnya.

Dalam statemennya yang dirilis di internet oleh Wilayat Khorasan, cabang ISIS di Afghanistan dan Pakistan, dinyatakan bahwa serangan bunuh diri itu dilakukan oleh anggota mereka bernama Abu Bakar al-Tajiki, warga negara Tajikistan.

“Dialah yang melepaskan bom sabuk terhadap sekelompok hakim dan pegawai pengadilan,” bunyi statemen itu.

Serangan bom bunuh diri ini menewaskan 12 pria dan sembilan perempuan serta melukai 41 orang lainnya, dua di antaranya anak kecil.

Ledakan terjadi ketika karyawan sedang meninggalkan gedung untuk pulang ke rumah. Sejumlah laporan menyebutkan ledakan terjadi di tempat parkir mobil.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Danish menyatakan bahwa tersangka pelaku dilaporkan berjalan kaki dan terlihat mengenakan rompi bom. Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah seorang pejabat di Provinsi Farah, Afghanistan barat, tewas dalam ledakan bom yang diklaim dilancarkan oleh Taliban.

Gedung pengadilan, termasuk Mahkamah Agung di Kabul, di masa lalu juga pernah menjadi sasaran serangan teror yang diklaim dilakukan oleh kelompok militan Taliban.

PBB Senin (06/02/2017) menyatakan korban di kalangan warga sipil di negara ini mencapai jumlah tertinggi.

Tercatat 3.498 wara sipil tewas selama 2016, naik 3% dibandingkan data 2015. Angka korban termasuk mereka yang meninggal dunia akibat serangan yang dilancarkan oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS), yang naik 10 kali lipat.

Kelompok ini melakukan beberapa serangan di Kabul dengan sasaran utama anggota komunitas Syiah.

Aparat pemerintah bertanggung jawab atas masalah keamanan di sekitar dua pertiga wilayah Afghanistan.

Hampir seluruh tentara NATO meninggalkan negara ini pada 2014 namun masih ada 13.000 pasukan asing, lebih setengahnya adalah tentara Amerika, yang bertugas melakukan pelatihan dan memberi masukan kepada militer Afghanistan. (mm/raialyoum/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL