Kairo, LiputanIslam.com –  Kelompok bersenjata Mesir yang berafiliasi dengan ISIS mengancam akan meningkatkan serangan terhadap warga Kristen di negara ini sembari mengingatkan warga Muslim agar menjauhi tempat-tempat perkumpulan warga Kristen, atau orang-orang asing, atau aparat pemerintah.

Dalam wawancara dengan media online al-Naba milik ISIS seseorang yang hanya disebut sebagai amir ISIS di Mesir mengatakan, “Kami mengingatkan kalian (warga Muslim) supaya menjauhi tempat-tempat perkumpulan dan kepentingan para Nasrani, demikian pula tempat-tempat perkumpulan tentara dan polisi, tempat-tempat kepentingan politik dan ekonomi pemerintah, tempat-tempat keberadaan warga  negara-negara Salibis  Barat dan semisalnya, karena semua sasaran ini sah secara syariat bagi kami, dan kami dapat menyerangnya kapan saja.”

Di Mesir terdapat komunitas Kristen terbesar di Timteng yang jumlahnya mencapai 10 persen total jumlah  92 juta penduduk Mesir yang mayoritas Muslim.

Dalam beberapa bulan terakhir ini warga Kristen Mesir telah beberapa kali mendapat serangan mematikan dari ISIS. Peristiwa terbaru di antaranya terjadi 9 April lalu di mana dua serangan bom bunuh diri menerjang dua gereja hingga menewaskan 46 orang. Menyusul serangan ini, pemerintah Mesir mengumumkan situasi darurat nasional selama tiga bulan.

Mesir juga kerap dilanda serangan teror terhadap pasukan keamanan yang sebagian besarnya terjadi di kawasan Semenanjung Sinai sejak presiden Mohamed Morsi dikudeta oleh pihak militer pada tahun 2013 menyusul maraknya demonstrasi akbar anti pemerintahan Morsi.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL