ISIL-militantsDamaskus, LiputanIslam.com – Kelompok militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIL) menyerukan kepada penduduk beberapa kota kecil di utara kota Homs, yaitu Talbisah, al-Ghantoo, al-Rastin dan al-Zaafaranah supaya meninggalkan kota-kota tersebut paling lambat 72 jam setelah seruan itu diumumkan pada Sabtu (17/5).

Di bagian lain, beberapa anggota ISIL asal Bahrain mencabik-cabik paspornya dan mengancam akan kembali ke Bahrain untuk memerangi pemerintah Manama. Di samping itu, ISIL juga mempublikasikan video pemenggalan kepala seorang tokoh kelompok militan lain.

Pengumuman pengusiran penduduk beberapa kota di utara Homs yang menjadi basis berbagai kelompok militan rival ISIL itu dinyatakan menyusul memuncaknya pertempuran antarmilitan di Suriah.

Dalam pengumuman itu ISIL menyatakan tidak akan bertanggungjawab atas pertumpahan darah yang akan terjadi “akibat ulah elemen-elemen Pasukan Kebebasan Suriah (FSA), Front- al-Nusra dan front Islam” di kota-kota tersebut. ISIL juga menyebut kafir dan ateis semua orang yang membantu kelompok-kelompok rivalnya itu, dan karena itu ISIL menganggap “sah secara syariat” apabila kota-kota itu menjadi sasaran serangannya.

Sementara itu, ISIL belum lama ini juga memublikasikan rekaman video melalui situs Youtube yang menayangkan aksi sekelompok pemuda petempur asal Bahrain mencabik-cabik paspornya sambil bersumpah untuk kembali ke Manama demi memerangi rezim Bahrain.

Di sekitar para pemuda Bahrain itu juga terlihat beberapa orang membawa paspor Arab Saudi dan Lebanon yang kemudian juga melakukan tindakan yang sama, mencabik-cabik paspor masing-masing.

Aksi cabik paspor itu dilakukan sebagai reaksi atas pengumuman pemerintah Bahrain sebelumnya supaya para militan asal Bahrain yang menamakan dirinya “al-Mujahidin al-Muwahhidin” segera kembali ke Bahrain paling lambat dua minggu. Pemerintah Bahrain mengancam akan mencabut kewarganegaraan mereka yang enggan mematuhi pengumuman tersebut.

“Wahai orang-orang miskin,” ujar pria dalam video tersebut kepada para pejabat Bahrain,”tidak tahukah kalian bahwa prajurit ISIL telah meninggalkan kewarganeraan kalian, kami berlepas tangan dari kalian serta kewarnegaraan, undang-undang dan konstitusi kalian. Semua ini ada di bawah telapak kaki kami.”

Dia menambahkan, “Pengoyakan dan pembakaran paspor bukan berarti kami tidak akan kembali, sebaliknya kami akan kembali, tapi bukan dengan paspor, melainkan dengan senjata.”

Di bagian lain, ISIL juga mengunggah video aksi kejam mereka memenggal kepala salah seorang komandan kelompok militan Harakat Ahrar al-Sham. Aksi itu mereka lakukan setelah ISIL berhasil melumpuhkan komando artileri dan roket kelompok lawannya tersebut.
ISIL adalah sempalan jaringan teroris al-Qaida di Suriah. ISIL dinyatakan oleh Abu Bakar al-Baghdadi sebagai gerakan yang juga membawahi Front al-Nusra. Namun, pernyataan itu ditentang oleh pemimpin al-Qaida Ayman al-Zawahiri yang menolak penggabungan al-Nusra dalam ISIL. Perselisihan ini lantas memicu konflik dan pertempuran berdarah-darah antara keduanya.

ISIL secara sporadis berhasil menguasai beberapa kawasan di provinsi Aleppo, sebagian kawasan di provinsi Idlib dan Raqqah, dan banyak kawasan lain di bagian timur Suriah yang berbatasan dengan provinsi Nainawa dan Anbar, Irak.

Karena berambisi menguasai berbagai kawasan lain, ISIL akhirnya juga terlibat konflik dengan berbagai kelompok militan non-al-Nusra seperti Ansar al-Sham, Ahrar Sham, Brihade al-Mujahirin dan Nusrah al-Mazlum di beberapa kawasan, termasuk provinsi Latakia. Selain itu ISIL juga terlibat konflik dengan penduduk di berbagai daerah kekuasaan mereka karena mereka menerapkan aksi-aksi ekstrim, termasuk pemenggalan kepala lawan-lawan mereka. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL