ALBANIA - TROPOJE/GUNS/CHILDRENDamaskus, LiputanIslam.com – Ulah kelompok radikal di Suriah semakin tak masuk akal. Tak tanggung-tanggung, setelah mereka menghebohkan dunia dengan doktrin “jihad nikah”, kini kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIL) diketahui sedang menggerakkan dan melatih anak-anak kecil dan remaja sebagai pengebom bunuh diri dalam konfrontasi di wilayah utara Suriah.

Sekitar 50 anak mulai usia tujuh hingga 13 tahun kini sedang dilatih di sebuah kamp. Kaum radikalis menyebut mereka sebagai “anak-anak paling berharga”. Menurut laporan The Voice of Rusia yang dimuat jaringan berita al-Manar Rabu (26/3), para pelatih mudah sekali menggerakkan anak-anak kecil karena kepolosan mereka, sedangkan anak-anak yang sudah menginjak usia remaja lebih tertarik karena mendapat imbalan uang selama pelatihan.

Para pelatih percaya bahwa melibatkan anak-anak remaja akan dapat memperkuat posisi ISIL. Dalam rekrutmen anak-anak kecil dan remaja sebagai petempur tahan banting, mereka menggunakan doktrin keagamaan sebagai magnet dan melakukan eksploitasi secara maksimal untuk kepentingan terorisme. Apalagi, bagi mereka bukanlah pekerjaan yang terlalu sulit untuk meyakinkan anak-anak dari keluarga miskin agar mengeksekusi perintah apapun, tak terkecuali aksi bom bunuh diri.

Masa pelatihan di kamp ditetapkan 25 hari, dan anak-anak yang dilatih dibagi menjadi 13 kelompok. Mata pelajaran terpenting dalam kursus mereka adalah landasan jihad, kemudian keterampilan menggunakan senjata api modern. Setelah tuntas menjalani masa pelatihan, kelompok remaja direkrut dalam kelompok-kelompok teroris.

Menurut para saksi mata, di sana hari demi hari juga terdapat gadis-gadis kecil dan remaja. Orang-orang tua mereka bahkan mengirim mereka kepada relasinya di luar kota yang menggagas pembentukan kelompok-kelompok teroris serupa yang melibatkan gadis-gadis remaja.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyatakan perekrutan anak di bawah usia 15 tahun dalam struktur kuasi-militer atau pelibatan mereka dalam perang sebagai pelanggaran militer. Sebuah pasal khusus dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia juga melarang mobilisasi remaja di bawah usia 18 tahun dan pelibatan mereka dalam konflik bersenjata.(mm/voiceofrussia/almanar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL