siswa gaza palestinaGazaCity, LiputanIslam.com – Pembukaan tahun ajaran baru siswa Palestina di Jalur Gaza menjadi pemandangan yang sangat memilukan karena banyak di antara siswa kehilangan orang tua, anggota keluarga serta teman-teman sekelas akibat kekejaman pasukan Zionis Israel.

Kantor berita AFP Senin (15/9) melaporkan bahwa tahun ajaran baru di kelas 4 salah satu sekolah dasar di kota Gaza dibuka dengan sebuah artikel salah satu siswa yang bercerita tentang ayahnya yang gugur sebagai syahid hingga membuat suasana dalam kelas tenggelam dalam suasana haru dan isak tangis.

Menurut AFP, sebanyak setengah juta siswa Gaza Ahad (14/9) mulai menjalani tahun ajaran baru yang dibuka tiga pekan setelah berakhirnya operasi pembumi hangusan Jalur Gaza oleh invasi militer pasukan Zionis Israel. (Baca juga: Derita Gaza: 9.600 Siswa Tak Bisa Memulai Tahun Ajaran Baru)

Para kepala sekolah dan tenaga pengajar di Gaza mengatakan bahwa di tahun ajaran baru ini proses pendidikan akan banyak difokuskan pada upaya memulihkan kondisi mental dan trauma para siswa terhadap perang dan dampaknya.

“Kami mendengarkan kenangan para siswa di masa liburan musim panas, ada yang membuat kami tersenyum dan ada pula yang kami terenyuh dan menangis. Upaya kami sekarang ialah bagaimana caranya supaya mereka mau berbicara dan mengungkapkan pengalaman masing-masing,” ungkap seorang guru. siswa gaza palestina2

Lembaga Pertolongan dan Kerja PBB (UNRWA) yang mengelola 254 sekolah di Jalur Gaza menyatakan akan menerapkan pola khusus dalam kegiatan belajar/mengajar para siswa Palestina kali ini. Menurut lembaga ini, sebanyak 373.000 siswa Palestina memerlukan penanganan khusus demi mengatasi dampak sosial dan psikologis yang diakibatkan oleh serangan Zionis ke Jalur Gaza.

Seperti diketahui, invasi militer yang berlangsung 51 hari sejak 8 Juli 2014 itu telah merenggut nyawa sebanyak lebih dari 2000 orang Palestina yang sebagian besar adalah warga sipil, termasuk kaum perempuan, anak kecil dan lansia.

Invasi ini merupakan serangan Israel yang paling dahsyat dan fatal ke wilayah Palestina sejak tahun 2005. Menurut laporan PBB, lebih dari 500 anak kecil Palestina gugur akibat kebrutalan Israel tersebut.

Seorang tenaga pengajar di Gaza mengatakan bahwa akibat banyaknya gedung sekolah yang hancur dan rusak, setiap kelas yang seharusnya menampung 35 siswa kini terpaksa menampung 60 siswa.

Menurut laporan Departemen Pendidikan Palestina di Gaza, sebanyak 24 sekolah hancur diterjang bom Israel, sementara 190 sekolah lainnya rusak berat dan ringan.

Disebutkan pula bahwa 45 persen penduduk Gaza yang berjumlah 1,8 juta jiwa berusia di bawah 14 tahun dan merupakan siswa sekolah. Akibat serangan Israel yang menghancurkan 20.000 unit rumah, sebanyak 65.000 warga Palestina sekarang terpaksa tinggal di gedung-gedung sekolah yang berada di bawah naungan PBB. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL