Teheran, LiputanIslam.com –  Humas Unit Drone Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Teluk Persia menyatakan pihaknya akan terus mengoperasikan pesawat nirawaknya untuk patroli secara cermat di wilayah teritorialnya tanpa menggubris agitasi pasukan asing yang bercokol di Teluk Persia.

Pernyataan ini disampaikan IRGC, Senin (14/8/2017), dalam sebuah statemennya setelah Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menebar pernyataan mengenai mendekatnya nirawak Iran ke kapal induk USS Nimitz milik AS di Teluk Persia secara berbahaya dan tidak profesional.

“Misi patroli udara kami di zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ)  Iran akan terus dilakukan sebagaimana biasa dan rutin setiap hari dengan mengindahkan undang-undang yang berlaku,” ungkap IRGC.

IRGC menyebut statemen Angkatan Laut AS tak berdasar karena mengklaim bahwa penerbangan nirawak Iran berbahaya.

IRGC menegaskan bahwa pesawat-pesawat nirawaknya dilengkapi standar navigasi dan dikendalikan secara cermat dan profesional, sementara klaim AS justru “menunjukkan kelemahan sistem identifikasinya atau memang sengaja mencari-cari kesalahan pihak lain.”

Di bagian akhir statemennya iRGC menggaris bawahi bahwa nirawak Iran akan terus menjalankan misi patroli udaranya secara cermat dan kontinyu demi menjaga wilayah perbatasannya tanpa mengindahkan upaya pasukan asing menekan nyali Iran di Teluk Persia. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL