Hamadan, LiputanIslam.com –  Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Mohammad Ali Jafari menyatakan Amerika Serikat (AS) masih saja mengancam Iran walaupun sebenarnya mengetahui percuma, apalagi negeri Paman Sam itu dalam beberapa tahun belakangan ini mengakui kebesaran Iran.

Dalam sebuah acara di kota Hamadan, Iran Barat, Rabu (8/2/2017), Jafari mengatakan, “Pada peringatan ke-38 tahun kemenangan revolusi Islam ini, kita melihat satu hal penting, yaitu bahwa semakin tua usia revolusi ini semakin jelas pula bagi semua orang berbagai aspek revolusi Islam… Kawan maupun lawan mengakui kebesaran, kehormatan dan keperkasaan Iran… Para politisi AS tahu persis bahwa mengancam Iran bukan saja percuma, melainkan juga merugikan (mereka sendiri).”

Sembari menyebut Donald Trump sebagai presiden amatir, Jafari mengutip pernyataan seorang analis di Pentagon yang mengatakan kepada Trump bahwa “dunia Islam dan bahkan dunia secara keseluruhan telah memandang AS hanya di atas kertas”, demikian pula seorang analis lain yang menyebut AS sedang “menjalani dalam proses keterbenaman.”

Menurut Jaafari, ada pula pakar yang menyarankan kepada AS supaya tak usah berharap dapat bertahan sebagai adikuasa.

“Kita menyaksikan prestasi revolusi Islam antara lain fakta bahwa setelah waktu berlalu hampir 40 tahun musuh dan pihak-pihak asing asing mengaku kemuliaan dan keagungan revolusi ini, dan ini juga merupakan sebentuk pengakuan bahwa revolusi dan republik Islam merupakan kekuatan besar,’” lanjutnya.

Dia kemudian menyerukan kepada rakyat Iran agar berpartisipasi dalam pawai akbar Jumat besok (10/2/2017) pada peringatan HUT ke-38 kemenangan revolusi Islam Iran, termasuk demi “merontokkan ancaman-ancaman baru AS.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL