Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Laksamana Ali Fadavi memastikan pasukan Amerika Serikat (AS) tunduk kepada pasukan Iran dan tak dapat bertingkah di Teluk Persia.

Menyinggung peristiwa penahanan pasukan Iran terhadap beberapa marinir AS yang melanggar zona perairan Iran di Teluk Persia dia mengatakan, “Kami sama sekali tidak merencanakan penawanan mereka, melainkan semata karena menjalankan misi kami dan demi memastikan kesiapan penuh kami membela revolusi, termasuk dengan bersigera mencegat kapal negara manapun yang memasuki area yang tidak seharusnya mereka berada di situ.”

Fadavi menambahkan, “Penawanan pasukan AS pada tahun 2016 merupakan peristiwa keempat kalinya, karena kami telah dua kali menawan mereka, dan dua kali pula menawan pasukan Inggris. Tapi kali ini (tahun 2016) adalah peristiwa yang paling spektakuler karena terjadi dalam sebuah momen tersendiri.”

Dia kemudian menyebutkan kalimat pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomaini, yang sangat popular di negara ini bahwa Iran akan membuat AS mengenyam pahitnya keterhinaan di Teluk Persia.

“Kalimat ini sekarang menjadi kenyataan di lapangan, dan mereka sendiri (AS) mengakuinya,” ujar Fadavi.

Dia menegaskan, “Kita sekarang bergerak di Teluk Persia dengan kondisi yang terbaik. Ketika AS mengaku tak bisa lagi bertindak bodoh di Teluk Persia dan bersikap pasif di depan kita maka tak perlu kita menanggapi klaim-klaim para antek kecilnya di kawasan ini… AS sendiri mengakui ketertundukannya di depan kita di Teluk Persia, dan siapa ingin mengetahui realitas ini silakan menyertai kapal-kapal kami di sana.”

Terakhir dia memastikan bahwa Iran sama sekali tidak ingin memusuhi dan bermusuhan dengan negara Muslim manapun.

Sementara itu, di hari yang sama Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan kepala staf umum angkatan bersenjata dan para petinggi militer Iran lainnya menegaskan keharusan pasukan Iran terus berusaha meningkatkan  dan mengembangkan kekuatan militernya agar di masa mendatang menjadi lebih tangguh dan revolusioner. (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*