Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Umum Korps Garda Revolusi Islam Iran, Mayjen Mohammad Ali Jafari, Selasa (31/10/2017) menyatakan sementara ini Iran belum perlu meningkatkan jarak tempuh rudal balistiknya karena rudal yang sudah ada di Iran masih dapat menjangkau tentara Amerika Serikat (AS) yang di tempatkan di kawasan sekitar.

Menyinggung sanksi baru yang hendak diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, Jafari dalam pertemuan bertema “Dunia Tanpa Terorisme” menyebut sanksi itu “hanya akan meningkatkan jumlah dan ketepatan rudal Iran.”

Bulan lalu Trump menolak untuk mengakui kepatuhan Iran kepada perjanjian nuklirnya dengan enam negara terkemuka dunia, sementara Dewan Perwakilan Rakyat pekan lalu melakukan pemungutan suara untuk penerapan sanksi baru mengenai program rudal balistik Iran .

Trump juga telah mendesak negara-negara sekutu AS untuk bergabung dengan Washington dalam mengambil tindakan keras untuk menghadapi “perilaku berbahaya dan destabilitas yang terus berlanjut di Iran”, termasuk sanksi yang menargetkan pengembangan rudalnya.

Jafari mengatakan, “Jarak tembak rudal kami a 2.000 kilometer (1.200 mil), dan itu bisa meningkat, tapi kami yakin jarak ini cukup bagi Republik Islam karena sebagian besar pasukan AS dan sebagian besar kepentingan mereka di wilayah ini berada dalam jarak ini.”

Dia menambahkan, “AS mencoba untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap IRGC  karena program misilnya, tapi itu adalah alasan untuk mencelakakan ekonomi Iran.”

Iran memiliki salah satu program rudal terbesar di Timteng, dan beberapa misil yang dapat dikendalikan dengan presisi tinggi dapat menjangkau Israel.

AS  mengklaim program rudal Iran ini melanggar hukum internasional karena rudal itu dapat membawa hulu ledak nuklir di masa depan.

Iran menepis tuduhan bahwa negara ini berambisi meraih senjata nuklir, dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk kepentingan sipil.

Jafari juga mengatakan, “AS ingin memperoleh ‘baiat’ (sumpah setia) dari bangsa Iran, tapi konsentrasi massa akbar dalam ziarah Arbain (40 hari peringatan kesyahidan cucu Nabi SAW, Husain Bin Ali RA) menandai ‘tidak’ yang besar terhadap hasrat AS ini… Sebagian besar bangsa Muslim tertindas sudah berkesimpulan bahwa satu-satu jalan menuju kebahagiaan adalah berdiri solid di depan orang-orang zalim dan para antek AS.”

Jenderal Jafari menegaskan, “Bangsa Iran akan bereaksi sengit dan tak terduga terhadap konspirasi kekuatan-kekuatan besar maupun kecil di lapangan, dan Iran siap melakukan kerja-kerja besar, dan  sejarah mengabadikan kebermartabatan bangsa kami.” (mm/reuters/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL