Pasukan Iran berlatih perang maritim dengan menggempur replika kapal induk Amerika dari kawasan pantai dan helikopter.

Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami menegaskan bahwa rudal balistik Iran dapat menghantam kapal-kapal induk Amerika Serikat (AS) jika terjadi perang antara keduanya.

“Kami sudah mempelajari semua titik kekuatan kubu arogan (AS), dan kami sudah memperkirakan secara cermat titik kekuatan dan titik kelemahannya. Kami mengetahui semua kekuatan udara dan laut AS…. Iran menganggap opsi militer sebagai realitas yang sudah terbangun, baik musuh menyatakannnya atau tidak,” ujarnya dalam wawancara televisi, Minggu (4/2/2018), seperti dikutip Mehr.

“Rudal balistik Iran sudah ditambah presisisinya untuk membidik kapal-kapal induk AS dalam konfrontasi yang mungkin akan terjadi sebelum masuk ke arena pertempuran,” lanjutnya.

Mengenai keberadaan Iran di Irak dan Suriah dia mengatakan, “Kami dan negara-negara Islam berada di satu bahtera, keamanan kami berkaitan satu sama lain, dan ketika kami mengembangkan skala front maka kami memecah dan melemahkan kemampuan musuh.”

Dia menambahkan, “Dewasa ini, tentara Suriah dan Irak merupakan kedalaman strategi bagi kami…. mendekati musuh adalah strategi terbaik, dan ini merupakan pangkalan mendasar kami di gelanggang luar negeri.”

Secara terpisah, Ketua Pusat Kajian Strategi Militer Iran Brigjen Ahmad Reza Pourdastan mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara ini memantau semua perkembangan di pangkalan-pangkalan militer AS dan menyerahkan hasilnya kepada para pakar untuk dianalisa.

Dia memastikan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan kaget jika musuh merencanakan serangan terhadap Iran.

“Sebaliknya, musuhlah yang akan terkejut menyaksikan reaksi Iran nanti,” katanya.

Dia menyebutkan AS bermaksud memecah negara-negara Timteng namun gagal, dan memanfaatkan  faham Wahabisme untuk melicinkan strateginya dalam menghadapi dunia Islam. AS menerapkan strategi baru yang mengandalkan antara lain keberadan kelompok-kelompok ekstremis takfiri yang telah dipersiapkan di sekolah-sekolah Wahabi yang tersebar di pelbagai penjuru dunia.

Dia menjelaskan bahwa AS mengobarkan perang di Timteng dengan dalih tragedi 11 September AS, padahal sasaran sebenarnya adalah Iran, namun AS gagal berkat kebijaksanaan pemimpin besar Iran, kesiapan angkatan bersenjata Iran, dan eksistensi rakyat Iran di lapangan. (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*