Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Mohammad Ali Jafari menegaskan bahwa rakyat negara ini tidak akan memperkenankan para pejabatnya mengadakan pertemuan dengan “Setan Besar” (Amerika Serikat/AS).

Pernyaan itu disampaikan Jafari sebagai kelanjutan tanggapan para petinggi Iran dalam beberapa hari terakhir ini terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa dirinya siap mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Iran.

“Tak seperti bangsa-bangsa lain yang sudi dihegemoni, bangsa Iran tidak akan pernah membiarkan para pejabatnya mengadakan pertemuan dengan Setan Besar,” ungkapnya, Rabu (1/8/2018).

Ditujukan kepada Trump dia menegaskan, “Iran bukanlah Korea Utara yang menyambut positif ajakan Anda untuk mengadakan pertemuan. Ketahuilah bahwa bangsa Iran berbeda jauh dengan bangsa-bangsa yang tunduk kepada hegemoni.”

Jafari menambahkan, “Anda adalah presiden yang tidak profesional. Anda berada di gelanggang politik padahal profesionalitas Anda ada di bisnis. Orang-orang yang (berkuasa) sebelum Anda jauh lebih mengetahui daripada Anda bahwa orang-orang Iran bersatu melawan segala bentuk tekanan asing.”

Sebelumnya, penasehat presiden Iran Hamid Abu Talibi telah mengajukan sebentuk syarat untuk pertemuan dengan Trump. Talibi mengatakan, “Orang yang percaya kepada dialog sebagai cara untuk mengatasi perselisihan di tengah komunitas-komunitas beradab juga harus konsisten kepada instrumen dialog itu sendiri. Menghormati bangsa Iran, mengurangi aksi permusuhan, dan kembalinya AS kepada perjanjian nuklir dengan sendirinya adalah jalan yang sejauh ini masih belum tersedia.”

Dua hari sebelumnya Trump mengatakan, “Jika mereka (Iran) menghendaki pertemuan maka saya akan menjumpai mereka kapanpun mereka menghendakinya. Saya akan menjumpai siapapun. Saya kira inilah tindakan yang tepat, tanpa prasyarat.”

Seperti diketahui, hubungan Iran dengan AS kian memburuk setelah AS menyatakan keluar dari perjanjian nuklir dan memastikan akan kembali menerapkan sanksi-sanksinya terhadap Iran. Selain itu AS juga berusaha menekan Iran dengan cara melarang negara-negara lain mengimpor minyak Iran. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*